Sape, 26 Agustus 2026 — Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Jami’ Ar-Rahman Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami’ Ar-Rahman Rai Oi tersebut dilaksanakan setelah salat Isya’ dan diikuti oleh Imam Masjid serta seluruh jamaah yang hadir. Peringatan Maulid berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh nuansa religius.
Rangkaian kegiatan diawali dengan dzikir Maulid yang dipimpin oleh Imam Masjid dan diikuti bersama oleh seluruh jamaah. Lantunan dzikir dan pujian kepada Rasulullah SAW mengiringi kegiatan sebagai ungkapan rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Setelah dzikir Maulid, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Mengawali tausiyahnya, Dr. Abdul Munir menguraikan kandungan Surah Al-Ahzab ayat 21, yang menegaskan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah, keselamatan di akhirat, dan senantiasa mengingat Allah SWT.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah, meneladani akhlak, serta menerapkan ajaran beliau dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Abdul Munir juga mengingatkan jamaah tentang tiga pesan penting untuk meraih keselamatan, sebagaimana pesan Rasulullah SAW kepada sahabat Uqbah bin Amir.
Pertama, menjaga lisan. Jamaah diingatkan agar berhati-hati dalam berbicara, karena lisan dapat menjadi sumber kebaikan sekaligus dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam dosa. Karena itu, setiap perkataan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu dan digunakan untuk menyampaikan kebaikan.
Kedua, menjadikan keluarga seperti surga. Rumah tangga hendaknya dibangun dengan iman, kasih sayang, saling menghormati, dan komunikasi yang baik. Keluarga harus menjadi tempat untuk mendapatkan ketenangan, pendidikan agama, serta tumbuhnya akhlak yang mulia.
Ketiga, menangisi dosa-dosa dan segera bertaubat kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, seorang Muslim hendaknya memiliki rasa takut dan penyesalan atas dosa yang dilakukan serta senantiasa kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa keselamatan hidup tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual, tetapi juga dengan bagaimana seseorang menjaga perkataan, membangun keluarga yang harmonis, dan memiliki kesadaran untuk selalu memperbaiki diri melalui taubat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada jamaah, keluarga, masyarakat Desa Rai Oi, serta menjadikan seluruh umat Islam sebagai umat yang senantiasa mencintai dan mengikuti keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan BKM Masjid Jami’ Ar-Rahman Rai Oi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat iman, ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, dan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

















































