Tampilkan postingan dengan label Pengajian Kitab Daqaiqul Akhbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajian Kitab Daqaiqul Akhbar. Tampilkan semua postingan

27 Desember, 2025


Dompu — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu menyelenggarakan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “HMI Bela Negara”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Dompu dan diikuti oleh kader-kader HMI dari berbagai cabang di Indonesia.

Salah satu materi strategis dalam kegiatan tersebut adalah Nilai Dasar Perjuangan (NDP): Tafsir Teologi, yang disampaikan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pd.I, akademisi dan kader HMI yang dikenal aktif dalam pengembangan keilmuan dan pengkaderan.

Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Munir menegaskan bahwa NDP merupakan fondasi ideologis HMI yang harus dipahami secara teologis, rasional, dan kontekstual. Ia menjelaskan bahwa tafsir teologi dalam NDP tidak berhenti pada aspek normatif-dogmatis, tetapi harus melahirkan kesadaran intelektual dan keberpihakan sosial.

“Tauhid dalam NDP bukan sekadar pengakuan keimanan, tetapi menjadi basis pembebasan, tanggung jawab sosial, dan keberanian moral kader HMI dalam membela kebenaran, keadilan, dan kepentingan bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hubungan antara tauhid, manusia sebagai khalifah, dan sejarah, di mana kader HMI diposisikan sebagai subjek perubahan yang bertanggung jawab mengawal nilai keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, kader LK II harus mampu menjadikan NDP sebagai pedoman analisis sosial dan arah gerakan intelektual.


Kegiatan Intermediate Training ini tidak hanya menjadi ruang pendalaman ideologi, tetapi juga sarana penguatan komitmen kader terhadap bela negara, dengan pendekatan intelektual, moral, dan sosial. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan kritis dari peserta, menandakan antusiasme tinggi dalam memahami NDP secara lebih mendalam.

 Ketua Panitia LK II Nasional HMI Cabang Dompu menyampaikan bahwa materi NDP Tafsir Teologi menjadi salah satu materi kunci dalam membentuk kader pemimpin yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan berintegritas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMI Cabang Dompu berharap dapat melahirkan kader-kader intermediate yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara ideologis dan matang secara intelektual, sesuai dengan cita-cita HMI sebagai organisasi kader umat dan bangsa.

17 Februari, 2025



Ya, manusia memang memiliki sifat tergesa-gesa. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍۗ سَاُورِيْكُمْ اٰيٰتِيْ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْنِ 

(Manusia diciptakan dalam keadaan tergesa-gesa).

(QS. Al-Anbiya: 37)


وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ عَجُولًا

Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa


Sifat tergesa-gesa ini bisa muncul dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:

1. Tergesa-gesa dalam Berharap dan Berdoa

Manusia sering ingin doa dan keinginannya segera dikabulkan tanpa bersabar. Padahal, Allah memiliki waktu terbaik untuk mengabulkan doa. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata: ‘Aku telah berdoa, tetapi belum dikabulkan.’"

(HR. Bukhari & Muslim)

2. Tergesa-gesa dalam Mengambil Keputusan

Keputusan yang diambil tanpa berpikir matang sering kali membawa penyesalan. Oleh karena itu, Islam mengajarkan tadabbur (merenung) dan musyawarah sebelum bertindak.

3. Tergesa-gesa dalam Menyebarkan Informasi

Saat ini, banyak orang menyebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya. Islam mengajarkan agar kita tabayyun (meneliti kebenaran informasi) sebelum menyebarkannya (QS. Al-Hujurat: 6).

4. Tergesa-gesa dalam Urusan Dunia, Lalai dalam Urusan Akhirat

Banyak orang sibuk mengejar dunia dengan tergesa-gesa, tetapi lalai dalam ibadah. Padahal, dunia sementara dan akhirat adalah tujuan utama.

Cara Mengendalikan Sifat Tergesa-gesa

1. Berlatih Sabar dan Tawakal – Percaya bahwa Allah memiliki waktu terbaik untuk segala sesuatu.

2. Bersikap Tenang dan Berpikir Sebelum Bertindak – Tidak mudah terpancing emosi atau tekanan.

3. Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ – Beliau selalu bertindak penuh pertimbangan.

4. Banyak Berzikir dan Berdoa – Agar hati lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam bertindak.

Selengkapnya tonton video berikut:



15 Februari, 2025


Saat sakaratul maut, setan akan berusaha sekuat tenaga untuk merampas iman seseorang agar meninggal dalam keadaan su’ul khatimah (akhir yang buruk).

Salah satu tanda husnul khatimah adalah meninggal dengan mengucapkan Laa ilaaha illallah. Setan berusaha menghalangi ini dengan cara:

Membuat seseorang sibuk merintih kesakitan dan lupa mengingat Allah.

Mengalihkan perhatian dengan kenangan duniawi.

Membisikkan kata-kata lain agar lidah tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid.

Selengkapnya simak video: 




08 Februari, 2025


Malaikat maut memiliki sebuah singgasana yang terletak di langit ketujuh. Allah menciptakan singgasana itu dari cahaya. ia memiliki 70.000 kaki, 4.000 sayap, dan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan jutaan mata dan lidah. 

setiap kali malaikat maut menerima catatan kematian dan jatuh sakit seseorang hamba, ia pun bertanya kepada Allah "ya Tuhanku, kapan aku harus mencabut nyawa hamba itu? dalam keadaan seperti apa? dan bagaimana harus saya cabut nyawanya?

selengkapnya tonton video ini:





Popular

Popular Posts

Blog Archive