Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

04 September, 2026

Persiapan MTQ Nasional 2026 di Lapangan Simpang Lima Semarang

SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 semakin dekat. Kota Semarang, Jawa Tengah, terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut ribuan peserta dan kafilah terbaik dari seluruh Indonesia. Ajang nasional yang akan berlangsung 11–20 September 2026 tersebut diproyeksikan bukan hanya menjadi arena kompetisi seni baca Al-Qur’an, tetapi juga momentum besar untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. 
 
Persiapan Tuan Rumah Capai Tahap Akhir 
Menjelang pelaksanaan, berbagai persiapan di sejumlah lokasi terus dikebut. Kawasan Simpang Lima Semarang akan menjadi salah satu pusat utama kegiatan, termasuk lokasi pembukaan dan penutupan.
 
Sejumlah venue lainnya juga dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan cabang-cabang musabaqah. Beberapa lokasi yang telah disiapkan antara lain Masjid Agung Jawa Tengah, Universitas Diponegoro (Undip), UIN Walisongo, serta sejumlah gedung representatif lainnya di Kota Semarang.
 
Kesiapan infrastruktur menjadi perhatian penting agar seluruh rangkaian perlombaan dapat berlangsung tertib, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik kepada para kafilah.

Ribuan Kafilah dari 38 Provinsi Akan Hadir 
MTQ Nasional XXXI diperkirakan akan mempertemukan ribuan peserta, pelatih, official, dan kafilah dari 38 provinsi di Indonesia. 
 
Sejumlah daerah bahkan telah melakukan pemusatan latihan dan pembinaan secara intensif sebagai persiapan menghadapi persaingan di tingkat nasional. Kafilah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis yang tinggi, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual.
 
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat memberikan motivasi kepada Kafilah Jawa Tengah, menegaskan pentingnya latihan dalam menghadapi kompetisi nasional.

 “90 persen kemenangan itu karena latihan.”
 
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para peserta untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya.
 
MTQ Nasional 2026 Hadir dengan Banyak Hal Baru 
MTQ Nasional XXXI di Semarang juga diproyeksikan memiliki wajah yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.
 
Selain perlombaan Al-Qur’an, rangkaian kegiatan akan dilengkapi dengan berbagai agenda pendamping, seperti seminar internasional dengan tema Al-Qur’an di era kecerdasan buatan (AI), pameran, hingga job fair. 
 
Dengan konsep tersebut, MTQ diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan bagi para peserta dan kafilah, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pemberdayaan, interaksi sosial, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
 
Semarang Bersiap Menjadi Tuan Rumah yang Ramah 
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu dan peserta. 
 
Pelayanan kesehatan, akomodasi, transportasi, liaison officer (LO), hingga agenda city tour dan promosi UMKM menjadi bagian dari persiapan menyambut kedatangan para kafilah dari seluruh penjuru Indonesia.
 
Kehadiran ribuan peserta dan tamu diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan produk UMKM Jawa Tengah.
 
Bukan Sekadar Perlombaan, tetapi Pesta Al-Qur’an Indonesia 
MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
 
Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar pelaksanaan MTQ dapat berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan, prestasi maupun dampaknya bagi masyarakat.
 
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Semarang kini bersiap menyambut pesta besar Al-Qur’an Indonesia.
 
Pada 11–20 September 2026, lantunan ayat suci Al-Qur’an akan menggema dari berbagai penjuru Kota Semarang. Para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta dari berbagai cabang musabaqah akan membawa nama daerah masing-masing sekaligus menghidupkan semangat syiar Al-Qur’an di tingkat nasional.
 
MTQ Nasional XXXI 2026: dari Semarang untuk Indonesia, bersama Al-Qur’an menuju generasi Qur’ani.


28 Agustus, 2026


Sape, 28 Agustus 2026
— Ikatan Istri Karyawan ASDP (IIKA) Sape menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 15.30 WITA. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Cinta Rasulullah, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial.”

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi keluarga besar IIKA ASDP Sape untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengajak para jamaah untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.


Mengawali tausiah, Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. menyampaikan kandungan QS. Al-Ahzab ayat 21, yang menegaskan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat suri teladan yang baik (uswatun hasanah) bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah, kebahagiaan akhirat, dan banyak mengingat Allah SWT.

Selanjutnya, beliau menyampaikan hadis tentang beberapa hal penting yang menjadi jalan untuk memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat. Di antaranya adalah menjaga lisan, menjadikan rumah sebagai tempat yang menghadirkan suasana seperti surga, serta menangisi dosa-dosa sebagai bentuk penyesalan dan kesadaran untuk kembali kepada Allah SWT.

Menjaga lisan menjadi salah satu pesan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap perkataan hendaknya dipertimbangkan agar tidak menyakiti orang lain, menimbulkan fitnah, ataupun membawa dampak buruk bagi diri sendiri dan lingkungan.


Selain itu, keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang penuh ketenangan dan keberkahan. Rumah hendaknya menjadi tempat yang menghadirkan kedamaian, kasih sayang, dan ketenteraman bagi seluruh anggota keluarga.

Ustadz Abdul Munir juga mengingatkan pentingnya memiliki rasa takut dan penyesalan terhadap dosa. Menangisi dosa bukan sekadar menunjukkan kesedihan, tetapi menjadi bagian dari proses muhasabah dan taubat, serta tekad untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan.

Setelah penyampaian tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kehidupan beragama, keluarga, serta penerapan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, IIKA ASDP Sape diharapkan terus menjadi wadah yang memperkuat silaturahmi, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.


Momentum Maulid Nabi bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga diharapkan mampu mendorong seluruh peserta untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.


27 Juli, 2026


Sape, Bima – Rencana penyelenggaraan pasar malam di Kecamatan Sape resmi ditolak berdasarkan hasil kesepakatan bersama yang dicapai dalam rapat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sape yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Rapat tersebut dihadiri oleh Camat Sape, Kapolsek Sape, Danramil Sape, Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sape beserta Penyuluh Agama, pimpinan dan anggota Lembaga Dakwah Nurul Siraj (LDNS) Sape, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sape, serta para Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam se-Kecamatan Sape.

Dalam rapat tersebut, seluruh peserta menyepakati untuk menolak penyelenggaraan pasar malam karena adanya dugaan kuat bahwa kegiatan tersebut berpotensi menjadi tempat berlangsungnya aktivitas yang bertentangan dengan norma agama, hukum, dan budaya masyarakat.

Beberapa hal yang menjadi dasar penolakan antara lain adanya indikasi praktik perjudian berkedok permainan, seperti permainan lempar bola yang diduga mengandung unsur judi, serta adanya hiburan yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan norma masyarakat, termasuk dugaan pertunjukan tarian erotis dan bentuk-bentuk kemaksiatan terselubung lainnya.

Kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, moral, serta nilai-nilai religius yang telah menjadi karakter masyarakat Kecamatan Sape.

Melalui keputusan tersebut, seluruh pihak berharap agar setiap bentuk kegiatan hiburan maupun usaha yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Sape tetap menghormati peraturan perundang-undangan, norma agama, norma kesusilaan, serta budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Sape bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta mendukung kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap ketertiban umum maupun kehidupan sosial keagamaan.

19 Maret, 2026


Sape – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, panitia Hari Besar Islam (PHBI)  Kecamatan Sape telah menetapkan susunan petugas Sholat Idul Fitri yang akan dilaksanakan di lapangan utama kecamatan dan desa-desa se Kecamatan Sape. Penetapan ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta panitia hari besar Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjalan dengan tertib, khidmat, dan lancar. 
Petugas sholat Idul Fitri 1447 H / 2026 M Tingkat Kecamatan Sape dan Desa.


Adapun susunan petugas yang telah ditetapkan meliputi imam, khatib, bilal, Pemandu Takbir, serta petugas Protokol (MC). Panitia juga bekerja sama dengan remaja masjid Nurul Huda Naru dan Remaja Masjid Al-Hidayah Sangia guna menunjang kelancaran kegiatan. 

Camat Sape dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun ini. “Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Sape untuk bersama-sama menghadiri dan memakmurkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan,” ujarnya. 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk datang lebih awal, menjaga ketertiban, serta memperhatikan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Sholat Idul Fitri direncanakan akan dimulai pada pagi hari pukul 07.00 WITA, dengan dihadiri oleh masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sape. 

 Dengan telah ditetapkannya petugas ini, diharapkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan lancar serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

16 Maret, 2026



Sape – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sape menyelenggarakan Pengajian Akbar dalam rangka Safari Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 15 Maret 2026, bertempat di Masjid Besar Al-Munawwarah Sape, dan dihadiri oleh jamaah majelis taklim serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sape.


Pengajian akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara organisasi perempuan, majelis taklim, dan masyarakat dalam memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial.

Acara pengajian dipandu oleh Ustadz Subhan H. Ismail, S.Pd.I yang bertindak sebagai moderator. Dalam kegiatan ini hadir para penceramah yang menyampaikan tausiyah keagamaan, yaitu:

  1. Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I

  2. Ustadz Dr. Nasaruddin, M.Pd.I

  3. Ustadz Muslim H. A. Rahim, M.A.

  4. Ustadz Zainal Muthi’in, S.HI

Para penceramah menyampaikan berbagai materi yang menekankan pentingnya meningkatkan kualitas iman dan amal ibadah selama bulan Ramadhan, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta membangun akhlak mulia dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti (Istri Bupati, Ady Mahyudi), Ketua GOW Kabupaten Bima, Hj. Anita H. Irfan, A.Md (Istri Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy), Camat Sape, Sekretaris Camat Sape, serta Ketua Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape, Siti Rahmah Akbar. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat di wilayah Kecamatan Sape.

Pengajian akbar berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias dari para jamaah yang hadir. Diharapkan melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini pula, HOW dan BKMT Kecamatan Sape berharap agar kegiatan dakwah dan pembinaan umat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan di wilayah Kecamatan Sape.


02 Agustus, 2025


Bima, 2 Agustus 2025
— Kementerian Agama Kabupaten Bima menggelar kegiatan Serap Aspirasi Mitra Kementerian Agama Tahun 2025 bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Mahdalena, SS., MM., dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bima. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bima pada Sabtu, 2 Agustus 2025, dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai unsur tokoh agama, pengurus dan pembina pondok pesantren, kepala madrasah, penyuluh agama, serta perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Bima.

Acara dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ust. Sudirman, S.Pd.I, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa yang dipimpin oleh H. Sudirman H. Hasan, S.Pd.I., M.Si..

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB yang diwakili oleh Hj. Nurlaila Ismi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Kementerian Agama dan para tokoh agama serta lembaga sosial keagamaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam mengembangkan moderasi beragama dan penguatan pendidikan keagamaan.

Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bima membuka secara resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum ini merupakan sarana penting untuk menghimpun masukan, kritik konstruktif, dan harapan dari para mitra strategis Kemenag di daerah.

Kegiatan inti berupa sesi serap aspirasi dipandu oleh moderator, Imran, S.Pd.I, SH. Dua narasumber utama yang hadir, yakni H. Mujiburrahman, S.Ag., dan Hj. Mahdalena, SS., MM., memaparkan berbagai program dan kebijakan pemerintah pusat, serta menyerap secara langsung masukan dari peserta seputar kebutuhan dan tantangan yang dihadapi lembaga-lembaga keagamaan di daerah, termasuk isu pembinaan pesantren, KUA, hingga penguatan peran penyuluh agama.

Dalam tanggapannya, Hj. Mahdalena menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi umat, terutama dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan, di tingkat nasional melalui Komisi VIII DPR RI.

Kegiatan serap aspirasi ini diakhiri dengan diskusi terbuka yang berlangsung hangat dan konstruktif, mencerminkan semangat sinergi antara Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan keagamaan di Bima.

Galery:












20 Mei, 2025


Lambu, Bima –
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp210.000.000 kepada delapan asnaf yang berhak menerima, dalam rangkaian kegiatan peluncuran Program “Selasa Menyapa” yang berlangsung di Desa Rato, Kecamatan Lambu, pada hari Selasa (tanggal kegiatan).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, di hadapan masyarakat, tokoh agama, dan jajaran pemerintah daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Bima menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Bima atas komitmennya dalam membantu masyarakat melalui pengelolaan zakat yang transparan dan tepat sasaran.

“Penyaluran dana ZIS ini adalah bentuk kehadiran negara dan umat Islam dalam membantu saudara-saudara kita yang berhak menerima. Semoga membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujar Bupati.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bima, dalam laporannya, menyebutkan bahwa dana sebesar 210 juta tersebut disalurkan kepada penerima dari delapan kategori asnaf, yakni: fakir, miskin, amil, mu’allaf, gharim, fi sabilillah, ibnu sabil, dan riqab.

Program “Selasa Menyapa” sendiri merupakan inisiatif Pemkab Bima untuk mendekatkan layanan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan kepada warga desa secara langsung. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme masyarakat setempat, yang menyambut baik penyaluran bantuan serta kehadiran langsung pimpinan daerah.

Galeri :



























11 Mei, 2025


Sape – Minggu, 10 Mei 2025

Majelis Taklim An-Nisa Naru, Kecamatan Sape, menggelar kegiatan pengajian spesial dengan tema "Kiat Khusyuk dalam Sholat" pada Sabtu sore di Masjid Al-Basit, Dusun Kalender, Desa Naru. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 500 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota majelis taklim, serta turut dihadiri oleh Kepala Desa Naru. 


Pengajian ini menghadirkan penceramah istimewa, Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I, seorang akademisi sekaligus tokoh pendidikan Islam di wilayah Bima. Dalam tausiyahnya, beliau memaparkan pentingnya menghadirkan kekhusyukan dalam sholat sebagai fondasi spiritual yang kuat bagi umat Islam. 


"Sholat bukan hanya gerakan fisik, tetapi sebuah komunikasi yang intim antara hamba dengan Rabb-nya. Khusyuk adalah kunci agar sholat benar-benar berdampak pada kehidupan sehari-hari," ujar Dr. Abdul Munir di hadapan para jamaah. 


Kegiatan pengajian ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, termasuk Kepala Desa Naru yang mengapresiasi inisiatif Majelis Taklim An-Nisa dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan keimanan warga. 


Ketua Majelis Taklim An-Nisa, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas antusiasme para anggota dan dukungan dari berbagai pihak. Ia menekankan bahwa kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari agenda rutin dalam rangka meningkatkan kualitas spiritual dan pemahaman keagamaan anggota majelis. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap ilmu, pengajian ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah serta menumbuhkan semangat ibadah yang lebih mendalam di kalangan masyarakat Naru.




Popular

Popular Posts

Blog Archive