Tampilkan postingan dengan label Akhlak dan Etika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak dan Etika. Tampilkan semua postingan

10 September, 2026

DOROKABUJU.COM — Ada tradisi keagamaan yang menarik dan sarat nilai edukasi dalam prosesi pernikahan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di tengah beragam tradisi pernikahan yang berkembang di Indonesia, KUA Kecamatan Sape dan KUA Kecamatan Lambu memiliki praktik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sebelum melaksanakan ijab kabul, calon pengantin terlebih dahulu diminta menunjukkan kemampuan membaca ayat Al-Qur’an dan bacaan sholat melalui praktik satu rakaat.

Praktik ini menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan keagamaan kepada calon pasangan suami istri sebelum mereka memasuki kehidupan rumah tangga.

Bukan Sekadar Prosesi, tetapi Bekal Berumah Tangga
Pernikahan bukan hanya tentang mengucapkan akad di hadapan penghulu dan keluarga. Lebih dari itu, pernikahan merupakan awal perjalanan panjang membangun keluarga yang diharapkan sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Karena itu, kemampuan dasar dalam membaca Al-Qur’an dan melaksanakan sholat menjadi hal penting bagi calon pengantin.

Melalui praktik tersebut, calon pengantin tidak hanya mendapatkan pembinaan secara teori, tetapi juga diarahkan untuk memperlihatkan kemampuan dasar keagamaannya secara langsung.

Hal ini melengkapi proses pembinaan yang selama ini diberikan oleh penyuluh agama di KUA kepada calon pengantin.

Kearifan Lokal yang Mendapat Respons Positif
Praktik yang diterapkan di KUA Kecamatan Sape dan Lambu tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Masyarakat pun disebut memberikan respons yang sangat positif.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut dipandang sebagai sesuatu yang bermanfaat dan keharusan karena memberikan kesempatan kepada calon pengantin untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Bahkan, tradisi ini dapat dilihat sebagai bentuk kearifan lokal bernuansa keagamaan yang memiliki nilai edukatif.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan tradisi semacam ini menjadi menarik karena mengingatkan kembali bahwa pernikahan tidak hanya membutuhkan kesiapan administratif, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual.

Calon Pengantin Diingatkan Kembali Pentingnya Al-Qur’an dan Sholat


Pembacaan Al-Qur’an dan praktik sholat sebelum akad juga membawa pesan simbolis yang kuat.

 Setelah akad diucapkan, pasangan suami istri akan menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dalam kondisi tersebut, Al-Qur’an dan sholat diharapkan menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga.

Dengan demikian, pembekalan calon pengantin tidak berhenti pada urusan administrasi pernikahan. Ada pesan agar kehidupan rumah tangga sejak awal dibangun dengan fondasi nilai-nilai agama.

 Bisa Menjadi Inspirasi bagi Daerah Lain


Tidak semua wilayah memiliki praktik yang sama. Karena itu, apa yang berjalan di Kecamatan Sape dan Lambu menjadi salah satu contoh menarik bagaimana nilai-nilai agama dapat dipadukan dengan kearifan lokal dalam pembinaan calon pengantin.

Jika dikelola dengan baik, praktik semacam ini bukan hanya menjadi tradisi menjelang akad, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kesiapan agama sebelum membangun keluarga.

Pada akhirnya, pernikahan bukan sekadar tentang “sah” di hadapan hukum dan agama, tetapi juga tentang kesiapan menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan istri.

Tradisi yang berlangsung di Sape dan Lambu ini memberikan pesan sederhana namun mendalam: sebelum membangun rumah tangga, pastikan bekal agamanya juga dipersiapkan.


Nonton Video :



01 September, 2026


Kota Bima
— Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Dara, Kota Bima, menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 1448 Hijriyah pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan diikuti oleh jamaah serta masyarakat setempat.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Mari Kita Teladani Akhlak dan Perjuangan Rasulullah SAW untuk Membangun Pribadi yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.”

Dalam kegiatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan, baik dalam hubungan kepada Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga.


Ustadz Abdul Munir menekankan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperingati kelahiran beliau, tetapi harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, ibadah, perjuangan, serta sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu penekanan utama dalam tausiyah tersebut adalah pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas salat. Salat merupakan ibadah utama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Karena itu, umat Islam diajak untuk senantiasa menjaga salat dengan baik, tepat waktu, dan dilakukan dengan penuh kesadaran serta kekhusyukan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Selain itu, jamaah juga diingatkan agar memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bershalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus amalan yang diharapkan menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Munir juga memberikan perhatian khusus terhadap kehidupan keluarga. Menurutnya, salah satu bentuk nyata meneladani Rasulullah SAW adalah membangun keluarga yang penuh kasih sayang, ketenangan, saling menghormati, dan saling menguatkan dalam kebaikan.

Keluarga hendaknya dibina menjadi tempat yang menghadirkan suasana surga di dalam rumah tangga. Suami dan istri memiliki tanggung jawab untuk saling membimbing dalam menjalankan ibadah, sementara orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Rumah tangga harus menjadi tempat pertama untuk menanamkan iman, ilmu, akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal dan meneladani tokoh-tokoh lain daripada mengenal Rasulullah Muhammad SAW,” demikian pesan yang ditekankan dalam tausiyah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Dara tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan nyata.

Melalui keteladanan Rasulullah SAW, umat Islam diharapkan mampu membangun pribadi yang semakin kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, kokoh ibadahnya, serta mampu menciptakan keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.


31 Agustus, 2026


Sape, 28 Agustus 2026
— SMA Negeri 3 Sape melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di halaman SMA Negeri 3 Sape. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak serta diikuti oleh keluarga besar sekolah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan yang telah beliau ajarkan.

Kegiatan diawali dengan pra acara berupa penampilan Marawis oleh siswa-siswi SMA Negeri 3 Sape, yang berlangsung meriah. Lantunan shalawat turut mengiringi suasana kegiatan, sehingga halaman sekolah dipenuhi nuansa religius dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan Kalam Ilahi yang dibawakan oleh Irfandi, S.Pd. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an tersebut menjadi pembuka yang menambah kekhidmatan acara.

Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 3 Sape, Abubakar, S.Pd., menyampaikan pengantar kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana membangun karakter dan kepribadian peserta didik melalui keteladanan Rasulullah SAW.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite SMA Negeri 3 Sape yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Sinergi antara sekolah, komite, guru, siswa, dan orang tua dinilai penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik.

Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan.

Keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh para pelajar melalui sikap jujur, disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan, serta memiliki semangat menuntut ilmu.

Peringatan Maulid juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya generasi yang memiliki akhlakul karimah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap agama, bangsa, dan negara.

Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan kata-kata motivasi yang disampaikan oleh Sultan Abdul Khair, S.Pd. Motivasi tersebut diharapkan dapat membangkitkan semangat para siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Dengan terselenggaranya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar SMA Negeri 3 Sape berharap semangat cinta Rasulullah SAW semakin tumbuh dalam diri para siswa. Nilai-nilai keteladanan Nabi diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun generasi muda yang berilmu, berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia.

Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan nyata.


30 Agustus, 2026


Sape, 28 Agustus 2026 — SDN 1 Sape menyelenggarakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SDN 1 Sape tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW demi Terwujudnya Generasi yang Berkarakter dan Berprestasi.”

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar SDN 1 Sape untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada para peserta didik.

Kegiatan tersebut diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Muhammad Badiuz Zaman, S.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengajak para siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hal kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, kasih sayang, maupun sikap menghormati orang tua dan guru.

Keteladanan Rasulullah SAW, lanjutnya, tidak hanya penting dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun generasi yang memiliki semangat belajar, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu meraih prestasi.


Tema yang diangkat dalam peringatan Maulid tahun ini memiliki relevansi yang kuat dengan dunia pendidikan. Karakter dan prestasi merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Prestasi tanpa akhlak dapat kehilangan makna, sementara akhlak yang baik akan menjadi fondasi bagi seseorang dalam menggunakan ilmu dan kemampuan secara benar.

Kepala SDN 1 Sape, Menik Rusdianti, S.Pd, Si, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar SDN 1 Sape diharapkan semakin termotivasi untuk menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun generasi SDN 1 Sape yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, berilmu, dan berprestasi.


28 Agustus, 2026


Sape, 26 Agustus 2026
— Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Jami’ Ar-Rahman Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami’ Ar-Rahman Rai Oi tersebut dilaksanakan setelah salat Isya’ dan diikuti oleh Imam Masjid serta seluruh jamaah yang hadir. Peringatan Maulid berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh nuansa religius.

Rangkaian kegiatan diawali dengan dzikir Maulid yang dipimpin oleh Imam Masjid dan diikuti bersama oleh seluruh jamaah. Lantunan dzikir dan pujian kepada Rasulullah SAW mengiringi kegiatan sebagai ungkapan rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.


Setelah dzikir Maulid, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Mengawali tausiyahnya, Dr. Abdul Munir menguraikan kandungan Surah Al-Ahzab ayat 21, yang menegaskan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah, keselamatan di akhirat, dan senantiasa mengingat Allah SWT.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah, meneladani akhlak, serta menerapkan ajaran beliau dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Abdul Munir juga mengingatkan jamaah tentang tiga pesan penting untuk meraih keselamatan, sebagaimana pesan Rasulullah SAW kepada sahabat Uqbah bin Amir.

Pertama, menjaga lisan. Jamaah diingatkan agar berhati-hati dalam berbicara, karena lisan dapat menjadi sumber kebaikan sekaligus dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam dosa. Karena itu, setiap perkataan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu dan digunakan untuk menyampaikan kebaikan.

Kedua, menjadikan keluarga seperti surga. Rumah tangga hendaknya dibangun dengan iman, kasih sayang, saling menghormati, dan komunikasi yang baik. Keluarga harus menjadi tempat untuk mendapatkan ketenangan, pendidikan agama, serta tumbuhnya akhlak yang mulia.

Ketiga, menangisi dosa-dosa dan segera bertaubat kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, seorang Muslim hendaknya memiliki rasa takut dan penyesalan atas dosa yang dilakukan serta senantiasa kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa keselamatan hidup tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual, tetapi juga dengan bagaimana seseorang menjaga perkataan, membangun keluarga yang harmonis, dan memiliki kesadaran untuk selalu memperbaiki diri melalui taubat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada jamaah, keluarga, masyarakat Desa Rai Oi, serta menjadikan seluruh umat Islam sebagai umat yang senantiasa mencintai dan mengikuti keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan BKM Masjid Jami’ Ar-Rahman Rai Oi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat iman, ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, dan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.


26 Agustus, 2026



Sape, 26 Agustus 2026 — SDN 2 Sape menyelenggarakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di Aula SDN 2 Sape. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menguatkan pendidikan karakter dan akhlak mulia bagi peserta didik.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema:

“Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Mewujudkan Generasi SDN 2 Sape yang Cerdas, Santun, dan Berakhlak Mulia.”

Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri yang kompeten, yaitu Dr. Abdul Munir, S.Pd.I. dan Ustadz Syaiful Umar, S.Pd.I. Keduanya menyampaikan materi yang mengajak para peserta didik untuk mengenal lebih dekat keteladanan Rasulullah SAW serta mengimplementasikan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Dikbud Sape, pengawas sekolah dasar, serta sejumlah guru undangan. Kehadiran para unsur pendidikan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter positif kepada peserta didik.

Suasana kegiatan berlangsung semakin menarik ketika Dr. Abdul Munir, yang dikenal sebagai pakar pendidikan dan pernah menjadi fasilitator Guru Penggerak, menyampaikan materi secara interaktif. Dalam penyampaiannya, beliau tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga menyelipkan berbagai pertanyaan kepada peserta didik. Metode tersebut membuat siswa lebih aktif, antusias, dan berani menyampaikan pendapat.

Interaksi tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam menghubungkan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dengan kehidupan nyata yang dialami peserta didik. Para siswa diajak untuk memahami bahwa meneladani Rasulullah bukan hanya melalui pengetahuan, tetapi juga melalui sikap dan kebiasaan sehari-hari, seperti berkata jujur, menghormati guru dan orang tua, menyayangi sesama, bertanggung jawab, serta menjaga sopan santun.

Sebagai bentuk refleksi terhadap materi yang telah disampaikan, kegiatan juga dilengkapi dengan kuis interaktif yang diberikan oleh para guru kepada murid. Kuis tersebut menjadi sarana untuk mengukur pemahaman siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan edukatif.

Melalui kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, SDN 2 Sape berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan peserta didik. Dengan demikian, pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang cerdas, santun, berkarakter, dan berakhlak mulia.

SDN 2 Sape — Meneladani Rasulullah SAW, Menguatkan Akhlak, Membangun Generasi Berkarakter.


Galery:

















30 Juli, 2026


SAPE, BIMA —
Forum Komunikasi Mahasiswa Makassar Sape (FOKMAS) Makassar menggelar kegiatan Bakti Sosial di Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026.

Mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Meningkatkan Kesadaran Kesehatan, dan Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan,” kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi, sosial, keagamaan, serta aksi kepedulian terhadap lingkungan.


Kegiatan diawali pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 08.00 WITA dengan acara pembukaan. Rangkaian pembukaan diisi dengan pengantar dari Ketua Panitia, sambutan Kepala SMPN 7 Sape, serta sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pd.I., selaku Ketua Umum IKA Makassar.

Dalam sambutannya, Dr. Abdul Munir memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang menghadirkan kegiatan sosial dan edukatif di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menuntut ilmu di bangku pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.


“Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Pendidikan, kesehatan, agama, dan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas generasi dan kehidupan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan sosialisasi. Pada pukul 10.00–10.40 WITA, peserta mengikuti sosialisasi tentang pergaulan bebas yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap berbagai risiko pergaulan yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka.

Selanjutnya, pada pukul 10.40–11.20 WITA, peserta mendapatkan edukasi kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan edukasi keagamaan pada pukul 11.20–12.00 WITA. Ketiga materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, mengenai pentingnya menjaga diri, kesehatan, serta nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.


Setelah istirahat, salat, dan makan (ishoma), kegiatan kembali dilanjutkan pada sore hari dengan lomba mewarnai anak-anak yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WITA. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas serta memberikan ruang bagi anak-anak Desa Poja untuk belajar sambil bermain.

Pada malam harinya, setelah waktu istirahat, salat, dan persiapan kegiatan, para peserta melaksanakan camp malam yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA hingga pagi hari.

Hari Kedua Diisi Senam dan Gotong Royong

Rangkaian Bakti Sosial FOKMAS Makassar Sape berlanjut pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan diawali pukul 06.30 WITA dengan senam bersama. Kegiatan ini bertujuan membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

Setelah senam, peserta melaksanakan sarapan dan persiapan sebelum memasuki kegiatan utama berupa gotong royong yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA.

Kegiatan gotong royong menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian FOKMAS Makassar terhadap lingkungan Desa Poja. Mahasiswa bersama masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan kebersihan lingkungan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.


Setelah kegiatan gotong royong, peserta melaksanakan ishoma. Selanjutnya, pada pukul 13.00–14.00 WITA dilaksanakan acara penutupan sekaligus evaluasi sebagai akhir dari seluruh rangkaian kegiatan Bakti Sosial FOKMAS Makassar Sape.

Melalui kegiatan tersebut, FOKMAS Makassar Sape berharap semangat pengabdian dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat dapat terus dikembangkan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara mahasiswa, sekolah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya dalam membangun generasi yang berpendidikan, sehat, religius, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Bakti Sosial FOKMAS Makassar Sape di Desa Poja menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat mengambil peran nyata dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya melalui gagasan dan pemikiran, tetapi juga melalui aksi langsung yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


29 Agustus, 2025

Istiqamah dalam Kebaikan

Dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim, kita tidak hanya diperintahkan untuk berbuat baik sesekali, melainkan untuk terus-menerus berada di jalan kebaikan secara konsisten. Inilah yang disebut dengan istiqamah. Istiqamah merupakan sikap teguh dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya tanpa terpengaruh oleh keadaan maupun tekanan.

 

1. Pengertian Istiqamah

Secara bahasa, istiqamah (الاستقامة) berarti lurus dan teguh. Secara istilah, istiqamah berarti berpegang teguh pada keimanan dan ketaatan kepada Allah secara konsisten dalam segala kondisi. Orang yang istiqamah akan tetap taat kepada Allah, baik ketika senang maupun susah, sehat maupun sakit, ramai maupun sendiri.

 

2. Dalil Al-Qur’an tentang Istiqamah

a. Perintah untuk istiqamah

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar (istiqamah), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Hud: 112)¹

Ayat ini adalah seruan langsung kepada Rasulullah ﷺ dan umatnya agar terus istiqamah dalam menjalankan agama.

b. Janji surga bagi orang yang istiqamah

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’”

(QS. Fussilat: 30)²

 

3. Hadis Tentang Istiqamah

a. Wasiat Nabi ﷺ tentang istiqamah

قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian istiqamahlah.”

(HR. Muslim no. 38)³

Hadis ini menekankan bahwa iman harus diikuti dengan konsistensi dalam amal dan perilaku.

b. Allah mencintai amal yang terus-menerus

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus meskipun sedikit.”

(HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 782)⁴


Hadis ini menunjukkan pentingnya menjaga konsistensi (istiqamah) dalam amal, bukan sekadar jumlah.

 4. Buah Istiqamah

·         Mendapat pertolongan dan ketenangan dari Allah

·         Dijaga dari kesesatan

·         Mendapat pahala besar dan surga

·         Dicintai oleh Allah dan makhluk-Nya

·         Meninggal dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik)

 5. Cara Menjaga Istiqamah

·         Perbanyak doa agar diteguhkan hati
Nabi Muhammad ﷺ sering berdoa:

يَا مُثَبِّتَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Tirmidzi no. 2140)⁵

·         Bergaul dengan orang-orang saleh

·         Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an

·         Menghindari maksiat dan dosa kecil

·         Ikhlas dan tidak mencari popularitas dalam amal

 

Istiqamah adalah tanda keimanan yang sejati. Dengan istiqamah, seorang Muslim akan tetap berada di jalan kebenaran meskipun menghadapi ujian dan rintangan. Allah memberikan janji surga bagi mereka yang mampu mempertahankan keimanan dan kebaikan secara konsisten. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan hamba-Nya yang istiqamah.

 

Catatan Kaki (Referensi)

1.      Al-Qur’an, Surah Hud: 112.

2.      Al-Qur’an, Surah Fussilat: 30.

3.      Muslim, Shahih Muslim, no. 38.

4.      Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 6464; Muslim, Shahih Muslim, no. 782.

5.      Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, no. 2140.

 


19 Agustus, 2025

Toleransi dan Saling Menghargai dalam Islam

Islam adalah agama rahmat yang membawa kedamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama manusia. Salah satu nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam Islam adalah toleransi (tasāmuḥ) dan saling menghargai perbedaan. Toleransi dalam Islam bukan berarti menyamakan semua ajaran, melainkan menghormati hak orang lain dalam menjalankan keyakinannya, tanpa harus menyetujui kebenaran semua agama.

 

1. Makna Toleransi dan Menghargai dalam Islam

Toleransi berasal dari kata tasāmuḥ (التَّسَامُحُ) yang berarti memberi kemudahan, kelembutan, dan tidak memaksakan kehendak. Dalam Islam, toleransi ditunjukkan dalam bentuk:

·         Menghormati pemeluk agama lain tanpa mencampuri akidah mereka.

·         Tidak mencela kepercayaan orang lain.

·         Menjaga hubungan sosial yang baik dengan semua orang.

·         Menghindari kekerasan, paksaan, dan penghinaan.

 

2. Dalil Al-Qur’an tentang Toleransi

a. Tidak ada paksaan dalam beragama

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ
“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat.”
(QS. Al-Baqarah: 256)¹

Ayat ini menjelaskan bahwa Islam tidak membenarkan pemaksaan agama kepada siapa pun.

b. Allah menciptakan manusia dalam keberagaman

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)²

Islam mengakui keberagaman dan menganjurkan agar umat manusia saling mengenal dan menghargai perbedaan.

 

3. Hadis Nabi ﷺ tentang Toleransi

a. Islam adalah agama yang mudah dan penuh kasih

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ
"Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada seorang pun yang mempersulit agama melainkan ia akan dikalahkan olehnya."
(HR. Bukhari no. 39)³

Toleransi adalah bentuk kemudahan dalam menjalankan agama tanpa memaksakan atau mempersulit orang lain.

b. Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan dalam akhlak mulia

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad no. 8952)⁴

Akhlak yang mulia mencakup sifat toleran, lemah lembut, dan menghargai sesama manusia.

 

4. Contoh Toleransi Nabi Muhammad ﷺ

·         Piagam Madinah: Rasulullah ﷺ membuat perjanjian damai dengan berbagai kelompok, termasuk Yahudi dan kaum musyrik, dalam bingkai kehidupan bersama yang damai.

·         Mengunjungi orang sakit non-Muslim: Rasulullah ﷺ pernah menjenguk seorang anak Yahudi yang sakit (HR. Bukhari).

·         Tidak membalas hinaan dengan kekerasan: Rasulullah ﷺ tetap bersikap lembut meskipun mendapat hinaan, seperti yang terjadi di Thaif.

 

5. Batasan Toleransi dalam Islam

Islam menekankan toleransi sosial, bukan toleransi aqidah. Artinya, umat Islam tetap teguh dengan akidahnya, namun tidak memaksakan kepada orang lain, serta tidak mencela keyakinan lain.

 

Toleransi dan saling menghargai adalah bagian dari ajaran Islam yang agung. Dalam masyarakat yang majemuk, nilai-nilai ini menjadi fondasi penting untuk membangun perdamaian, keharmonisan, dan keadilan. Umat Islam harus meneladani Nabi Muhammad ﷺ yang menjadi simbol kasih sayang dan toleransi sejati terhadap semua kalangan.

 

Catatan Kaki (Referensi)

1.      Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah: 256.

2.      Al-Qur’an, Surah Al-Hujurat: 13.

3.      Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 39.

4.      Ahmad, Musnad Ahmad, no. 8952.

 


Popular

Popular Posts

Blog Archive