Kota Bima — Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Dara, Kota Bima, menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 1448 Hijriyah pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan diikuti oleh jamaah serta masyarakat setempat.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Mari Kita Teladani Akhlak dan Perjuangan Rasulullah SAW untuk Membangun Pribadi yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.”
Dalam kegiatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan, baik dalam hubungan kepada Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga.
Ustadz Abdul Munir menekankan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperingati kelahiran beliau, tetapi harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, ibadah, perjuangan, serta sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu penekanan utama dalam tausiyah tersebut adalah pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas salat. Salat merupakan ibadah utama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Karena itu, umat Islam diajak untuk senantiasa menjaga salat dengan baik, tepat waktu, dan dilakukan dengan penuh kesadaran serta kekhusyukan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Selain itu, jamaah juga diingatkan agar memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bershalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus amalan yang diharapkan menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Munir juga memberikan perhatian khusus terhadap kehidupan keluarga. Menurutnya, salah satu bentuk nyata meneladani Rasulullah SAW adalah membangun keluarga yang penuh kasih sayang, ketenangan, saling menghormati, dan saling menguatkan dalam kebaikan.
Keluarga hendaknya dibina menjadi tempat yang menghadirkan suasana surga di dalam rumah tangga. Suami dan istri memiliki tanggung jawab untuk saling membimbing dalam menjalankan ibadah, sementara orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Rumah tangga harus menjadi tempat pertama untuk menanamkan iman, ilmu, akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal dan meneladani tokoh-tokoh lain daripada mengenal Rasulullah Muhammad SAW,” demikian pesan yang ditekankan dalam tausiyah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Dara tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan nyata.
Melalui keteladanan Rasulullah SAW, umat Islam diharapkan mampu membangun pribadi yang semakin kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, kokoh ibadahnya, serta mampu menciptakan keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.
















































