Bima — Masjid Jami Ar-Rahman, Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, melaksanakan musyawarah penyegaran kepengurusan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus melanjutkan pengelolaan masjid melalui kepengurusan yang baru.
Musyawarah diawali dengan laporan pertanggungjawaban pengurus lama sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas serta pengelolaan kegiatan dan aset masjid selama masa kepengurusan.
Setelah penyampaian laporan pertanggungjawaban, musyawarah dilanjutkan dengan pemilihan pengurus BKM yang baru melalui tim formatur. Dari proses tersebut, ditetapkan tiga orang sebagai pengurus inti BKM Masjid Jami Ar-Rahman, yaitu:
Drs. Imran Jamaludin, S.Pd. — Ketua
Firmansyah, S.Pd. — Sekretaris
Suhardin H. Mu'min, S.E. — Bendahara
Penetapan kepengurusan baru diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pengelolaan Masjid Jami Ar-Rahman, baik dalam bidang administrasi, kegiatan keagamaan, pelayanan jamaah, maupun pemeliharaan dan pengembangan aset masjid.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan aset masjid dari pengurus lama kepada pengurus baru. Serah terima tersebut menjadi bagian penting dari proses pergantian kepengurusan sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan aset dan kegiatan Masjid Jami Ar-Rahman.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, masyarakat dan jamaah berharap BKM Masjid Jami Ar-Rahman dapat semakin aktif dalam memakmurkan masjid serta menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Rai Oi dan sekitarnya.
Semoga kepengurusan yang baru diberikan kekuatan, keikhlasan, dan kemudahan oleh Allah SWT dalam menjalankan amanah, serta setiap pengabdian untuk kemakmuran masjid menjadi amal jariyah yang mendapatkan pahala berlipat ganda.
SAPE, BIMA — Forum Komunikasi Mahasiswa Makassar Sape (FOKMAS) Makassar menggelar kegiatan Bakti Sosial di Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026.
Mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Meningkatkan Kesadaran Kesehatan, dan Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan,” kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi, sosial, keagamaan, serta aksi kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan diawali pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 08.00 WITA dengan acara pembukaan. Rangkaian pembukaan diisi dengan pengantar dari Ketua Panitia, sambutan Kepala SMPN 7 Sape, serta sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pd.I., selaku Ketua Umum IKA Makassar.
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Munir memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang menghadirkan kegiatan sosial dan edukatif di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menuntut ilmu di bangku pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Pendidikan, kesehatan, agama, dan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas generasi dan kehidupan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan sosialisasi. Pada pukul 10.00–10.40 WITA, peserta mengikuti sosialisasi tentang pergaulan bebas yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap berbagai risiko pergaulan yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka.
Selanjutnya, pada pukul 10.40–11.20 WITA, peserta mendapatkan edukasi kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan edukasi keagamaan pada pukul 11.20–12.00 WITA. Ketiga materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, mengenai pentingnya menjaga diri, kesehatan, serta nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah istirahat, salat, dan makan (ishoma), kegiatan kembali dilanjutkan pada sore hari dengan lomba mewarnai anak-anak yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WITA. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas serta memberikan ruang bagi anak-anak Desa Poja untuk belajar sambil bermain.
Pada malam harinya, setelah waktu istirahat, salat, dan persiapan kegiatan, para peserta melaksanakan camp malam yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA hingga pagi hari.
Hari Kedua Diisi Senam dan Gotong Royong
Rangkaian Bakti Sosial FOKMAS Makassar Sape berlanjut pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan diawali pukul 06.30 WITA dengan senam bersama. Kegiatan ini bertujuan membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
Setelah senam, peserta melaksanakan sarapan dan persiapan sebelum memasuki kegiatan utama berupa gotong royong yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA.
Kegiatan gotong royong menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian FOKMAS Makassar terhadap lingkungan Desa Poja. Mahasiswa bersama masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan kebersihan lingkungan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Setelah kegiatan gotong royong, peserta melaksanakan ishoma. Selanjutnya, pada pukul 13.00–14.00 WITA dilaksanakan acara penutupan sekaligus evaluasi sebagai akhir dari seluruh rangkaian kegiatan Bakti Sosial FOKMAS Makassar Sape.
Melalui kegiatan tersebut, FOKMAS Makassar Sape berharap semangat pengabdian dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat dapat terus dikembangkan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara mahasiswa, sekolah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya dalam membangun generasi yang berpendidikan, sehat, religius, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Bakti Sosial FOKMAS Makassar Sape di Desa Poja menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat mengambil peran nyata dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya melalui gagasan dan pemikiran, tetapi juga melalui aksi langsung yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Sape, Bima – Rencana penyelenggaraan pasar malam di Kecamatan Sape resmi ditolak berdasarkan hasil kesepakatan bersama yang dicapai dalam rapat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sape yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Rapat tersebut dihadiri oleh Camat Sape, Kapolsek Sape, Danramil Sape, Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sape beserta Penyuluh Agama, pimpinan dan anggota Lembaga Dakwah Nurul Siraj (LDNS) Sape, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sape, serta para Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam se-Kecamatan Sape.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta menyepakati untuk menolak penyelenggaraan pasar malam karena adanya dugaan kuat bahwa kegiatan tersebut berpotensi menjadi tempat berlangsungnya aktivitas yang bertentangan dengan norma agama, hukum, dan budaya masyarakat.
Beberapa hal yang menjadi dasar penolakan antara lain adanya indikasi praktik perjudian berkedok permainan, seperti permainan lempar bola yang diduga mengandung unsur judi, serta adanya hiburan yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan norma masyarakat, termasuk dugaan pertunjukan tarian erotis dan bentuk-bentuk kemaksiatan terselubung lainnya.
Kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, moral, serta nilai-nilai religius yang telah menjadi karakter masyarakat Kecamatan Sape.
Melalui keputusan tersebut, seluruh pihak berharap agar setiap bentuk kegiatan hiburan maupun usaha yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Sape tetap menghormati peraturan perundang-undangan, norma agama, norma kesusilaan, serta budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Sape bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta mendukung kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap ketertiban umum maupun kehidupan sosial keagamaan.
Semarang – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 akan diselenggarakan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026. Perhelatan akbar umat Islam ini akan menjadi ajang silaturahmi sekaligus syiar Al-Qur'an yang mempertemukan para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, yang menjadi salah satu ikon Kota Semarang. Adapun tema yang diusung pada pelaksanaan tahun ini adalah:
"Menebar Cahaya Al-Qur'an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban."
Tema tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan, kerukunan, dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 juga memperkenalkan maskot resmi bernama Sahabat Qur'an (Saqur) yang menjadi simbol semangat generasi Qurani yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Al-Qur'an, Kanal YouTube DK-Dorokabuju TV akan turut berpartisipasi dalam menyosialisasikan serta menyiarkan berbagai rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Melalui liputan dan siaran tersebut, masyarakat di seluruh Indonesia diharapkan dapat mengikuti perkembangan pelaksanaan MTQ, menyaksikan penampilan para qari dan qariah terbaik, serta mengambil hikmah dari setiap kegiatan yang diselenggarakan.
DK-Dorokabuju TV mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dengan mengikuti siaran dan menyebarkan semangat mencintai Al-Qur'an demi terwujudnya generasi Qurani yang berakhlak dan berkeadaban.
Bima – Pemerintah Kabupaten Bima secara resmi melepas kafilah Kabupaten Bima yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Lombok Tengah. Kegiatan pelepasan berlangsung di Kantor Bupati Bima pada Jumat, 5 Juni 2026.
Pelepasan kafilah dilakukan langsung oleh Bupati Bima, Adi Mahyudi.
Sebanyak 120 orang mengikuti pelepasan tersebut yang terdiri dari pelatih, official, pendamping, serta peserta yang akan mewakili Kabupaten Bima dalam ajang MTQ tingkat provinsi tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Sekretaris DPRD, Inspektur, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, serta para Kepala Bagian Setda Kabupaten Bima.
Dalam sambutannya, Bupati Bima menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menjaga nama baik daerah, menampilkan kemampuan terbaik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an selama mengikuti perlombaan.
“Kafilah Kabupaten Bima membawa amanah besar untuk mengharumkan nama daerah. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga kekompakan, dan menunjukkan prestasi terbaik,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kabag Kesra sekaligus ketua rombongan kafilah H. Ahyani, S.Ag., MM. dalam laporannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan ajang MTQ bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat syiar Islam dan membangun generasi Qur’ani.
Pelepasan ditandai dengan doa bersama serta pemberian semangat kepada seluruh anggota kafilah sebelum bertolak menuju lokasi pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB.
Dengan pelepasan resmi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima berharap kafilah yang diberangkatkan mampu meraih prestasi terbaik dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Bima.
Kota Bima – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Reuni Akbar Lintas Generasi alumni IAIN & UIN Alauddin Makassar yang digelar pada Ahad, 22 Maret 2026, bertempat di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima.
Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah Lintas Generasi”, sebagai bentuk komitmen para alumni untuk terus menjaga hubungan persaudaraan meskipun telah tersebar di berbagai daerah dan profesi.
Acara reuni yang dihadiri oleh alumni lintas angkatan ini menjadi momentum istimewa untuk kembali mengenang masa-masa kuliah sekaligus mempererat jaringan kebersamaan antar sesama almamater.
Nuansa haru, bahagia, dan penuh kenangan tampak jelas dari interaksi para peserta yang saling menyapa dan berbagi cerita.
Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi utama.
Sesi pertama: “Merajut Silaturahmi”, menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali ke “rumah kenangan”, mengenang perjalanan akademik, serta memperkuat ikatan emosional dan persaudaraan lintas generasi.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta saling berbagi pengalaman dan mempererat ukhuwah yang telah terjalin sejak masa studi.
Selanjutnya, sesi kedua: “Inspirasi dan Ramah Tamah”, diisi dengan berbagi kisah inspiratif dan testimoni dari para alumni yang telah sukses di berbagai bidang. Sesi ini menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai bentuk pengabadian momen kebersamaan yang penuh makna.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa reuni ini tidak hanya sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi sarana memperkuat jaringan alumni serta membangun sinergi ke depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah antar alumni IAIN & UIN Alauddin Makassar terus terjaga dan semakin kokoh, sejalan dengan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan.
Reuni ini pun menjadi bukti bahwa satu kampus dapat melahirkan sejuta kenangan yang tak lekang oleh waktu, sekaligus mengikat kuat tali persaudaraan lintas generasi.
Sape – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Sape telah menetapkan susunan petugas Sholat Idul Fitri yang akan dilaksanakan di lapangan utama kecamatan dan desa-desa se Kecamatan Sape.
Penetapan ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta panitia hari besar Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjalan dengan tertib, khidmat, dan lancar.
Petugas sholat Idul Fitri 1447 H / 2026 M Tingkat Kecamatan Sape dan Desa.
Adapun susunan petugas yang telah ditetapkan meliputi imam, khatib, bilal, Pemandu Takbir, serta petugas Protokol (MC). Panitia juga bekerja sama dengan remaja masjid Nurul Huda Naru dan Remaja Masjid Al-Hidayah Sangia guna menunjang kelancaran kegiatan.
Camat Sape dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun ini.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Sape untuk bersama-sama menghadiri dan memakmurkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk datang lebih awal, menjaga ketertiban, serta memperhatikan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Sholat Idul Fitri direncanakan akan dimulai pada pagi hari pukul 07.00 WITA, dengan dihadiri oleh masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sape.
Dengan telah ditetapkannya petugas ini, diharapkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan lancar serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Sape – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sape menyelenggarakan Pengajian Akbar dalam rangka Safari Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 15 Maret 2026, bertempat di Masjid Besar Al-Munawwarah Sape, dan dihadiri oleh jamaah majelis taklim serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sape.
Pengajian akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara organisasi perempuan, majelis taklim, dan masyarakat dalam memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial.
Acara pengajian dipandu oleh Ustadz Subhan H. Ismail, S.Pd.I yang bertindak sebagai moderator. Dalam kegiatan ini hadir para penceramah yang menyampaikan tausiyah keagamaan, yaitu:
Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I
Ustadz Dr. Nasaruddin, M.Pd.I
Ustadz Muslim H. A. Rahim, M.A.
Ustadz Zainal Muthi’in, S.HI
Para penceramah menyampaikan berbagai materi yang menekankan pentingnya meningkatkan kualitas iman dan amal ibadah selama bulan Ramadhan, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta membangun akhlak mulia dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti (Istri Bupati, Ady Mahyudi), Ketua GOW Kabupaten Bima, Hj. Anita H. Irfan, A.Md (Istri Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy), Camat Sape, Sekretaris Camat Sape, serta Ketua Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape, Siti Rahmah Akbar. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat di wilayah Kecamatan Sape.
Pengajian akbar berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias dari para jamaah yang hadir. Diharapkan melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini pula, HOW dan BKMT Kecamatan Sape berharap agar kegiatan dakwah dan pembinaan umat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan di wilayah Kecamatan Sape.
Sape, 23 Februari 2026 – Pemerintah Kecamatan Sape bersama tokoh agama dan perwakilan masyarakat menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Rapat dilaksanakan pada:
Tempat: Aula Mbolo Ra Dampa
Waktu: Senin, 23 Februari 2026
Rapat ini bertujuan untuk menyatukan persepsi serta menyusun agenda kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadhan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
Agenda dan Keputusan Rapat
Nuzulul Qur’an
Rapat menetapkan bahwa ceramah peringatan Nuzulul Qur’an akan disampaikan oleh:
Ust. Subhan H. Ismail, S.Pd.I
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Sape.
Petugas Shalat Idul Fitri
Berdasarkan hasil musyawarah, dilaksanakan pada dua tempat dan ditetapkan:
Khatib di Lapangan Semangka: Ust. Dr. Abdul Munir, M.Pd.I dan Imam Ust. Drs. Murtafi'i (Lebe Na'e).
Khatib di Lapangan Putih (Sangia): Ust. Khairuddin, M.Pd.I dan Imam Ust. Abid al-Faraz H. Anwar.
Penetapan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi keilmuan serta pengalaman para tokoh agama dalam membina umat.
Safari Ramadhan Kabupaten
Dalam rangka mempererat ukhuwah dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, akan dilaksanakan kegiatan Safari Ramadhan Kabupaten, yang meliputi:
Shalat Tarawih berjamaah dan Haflah Al-Qur’an
Tanggal Pelaksanaan: 25 Februari 2026 Qori'/Qoriah:
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah peningkatan semangat keagamaan dan kebersamaan masyarakat selama Ramadhan.
Komitmen Bersama
Rapat menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh elemen masyarakat akan:
Menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah selama Ramadhan
Menghidupkan masjid dengan kegiatan keagamaan
Meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama
Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan.
Camat Sape, Muhammad Akbar, SP., M.Si : Membuka Kegiatan secara Resmi
Sape, 12 Januari 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, MTs. Darussakinah Sape bekerja sama dengan Sanggar La Nggoli menyelenggarakan Festival Seni dan Olahraga Tingkat SD/MI se-Kecamatan Sape. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Januari 2026, bertempat di MTs. Darussakinah Sape.
Festival ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kreativitas, serta penguatan karakter religius peserta didik sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan unjuk bakat bagi siswa-siswi SD/MI di wilayah Kecamatan Sape.
Kepala MTs. Darussakinah, menyampaikan Kata Sambutan
Adapun mata lomba yang dipertandingkan dalam festival ini meliputi:
Tahfidz Juz 30,
Fashion Show,
Senam Kreasi, dan
Lari Sprint 60 Meter.
Kepala MTs. Darussakinah Sape dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi madrasah dalam mendukung program Kementerian Agama, khususnya dalam pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik.
Para tamu undangan
“Melalui festival ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki semangat kebersamaan,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya SD/MI yang mengirimkan perwakilan terbaiknya pada setiap cabang lomba. Para peserta tampil penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan kreativitas yang membanggakan.
Penampilan Senam Kreasi
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran madrasah sebagai pusat pendidikan yang religius, berbudaya, dan berprestasi dalam menyongsong masa depan bangsa.
Dalam kehidupan
manusia, pergantian tahun sering kali dipandang sebagai peristiwa administratif
dan seremonial. Namun, dalam perspektif Islam, pergantian waktu merupakan
sarana muhasabah (introspeksi) untuk menilai kualitas iman dan amal. Allah SWT
menegaskan bahwa perubahan kondisi hidup tidak akan terjadi tanpa adanya
perubahan dari dalam diri manusia itu sendiri.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا
مَا بِأَنْفُسِهِمْ “Sesungguhnya
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan
yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra‘d: 11)
Ayat ini
menjadi dasar teologis bahwa harapan tahun baru harus disertai komitmen nyata
untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Tekad Memperbaiki Diri sebagai Pondasi
Perubahan
1. Perbaikan dalam Aspek Ibadah
Ibadah
merupakan fondasi utama hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Kualitas
ibadah yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kehidupan pribadi dan sosial.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ
الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ “Sesungguhnya
shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 45)
Ayat ini
menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan benar akan melahirkan perubahan
akhlak dan perilaku. Oleh karena itu, komitmen tahun baru harus diawali dengan
peningkatan kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitasnya.
2. Penyempurnaan Akhlak sebagai Indikator
Keberhasilan Iman
Akhlak
merupakan manifestasi nyata dari iman dan ibadah. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa misi utama diutusnya beliau adalah
penyempurnaan akhlak.
إِنَّمَا
بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ “Sesungguhnya
aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad, shahih)
Dengan
demikian, tekad memperbaiki diri harus tercermin dalam sikap jujur, amanah,
santun, menjaga lisan, serta menghormati sesama manusia, baik di dunia nyata
maupun ruang digital.
3. Peningkatan Ilmu sebagai Sarana Kematangan
Diri
Islam
menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. Ilmu menjadi sarana untuk
memahami kebenaran, mengambil keputusan yang bijak, dan menghindari kesalahan
dalam bertindak.
يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ “Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa
derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Komitmen tahun
baru harus mencakup semangat belajar sepanjang hayat, baik ilmu agama maupun
ilmu umum, agar iman tidak terlepas dari rasionalitas dan kebijaksanaan.
4. Kontribusi Sosial sebagai Puncak Amal Saleh
Perbaikan diri
tidak berhenti pada aspek personal, tetapi harus bermuara pada kemaslahatan
sosial. Islam menilai kualitas manusia dari sejauh mana ia memberi manfaat bagi
orang lain.
خَيْرُ
النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ “Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad dan ath-Thabrani, hasan)
Hadis ini
menegaskan bahwa komitmen menjadi pribadi yang lebih baik harus diukur dari
peningkatan kebermanfaatan sosial dibandingkan tahun sebelumnya.
Komitmen Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dari
Waktu ke Waktu
Islam mendorong
umatnya untuk selalu mengalami peningkatan kualitas diri. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ
كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ “Barang siapa
hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia termasuk orang yang
beruntung.”
(HR. Al-Hakim, dinilai hasan)
Hadis ini
menjadi dasar normatif bahwa stagnasi dalam kebaikan merupakan kerugian,
sedangkan peningkatan amal dan manfaat adalah tanda keberuntungan.
Jadi, harapan
dan komitmen tahun baru dalam perspektif Islam bukan sekadar resolusi temporal,
melainkan tekad spiritual dan moral untuk menjadi hamba Allah yang lebih
berkualitas dan bermanfaat. Tekad memperbaiki diri dalam ibadah, akhlak, ilmu,
dan kontribusi sosial merupakan jalan menuju keberhasilan hidup dunia dan
akhirat. Dengan komitmen yang kuat, istiqamah, dan berbasis dalil Al-Qur’an
serta hadis shahih, tahun baru dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang
lebih bermakna dan bernilai ibadah.
Dompu — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu menyelenggarakan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “HMI Bela Negara”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Dompu dan diikuti oleh kader-kader HMI dari berbagai cabang di Indonesia.
Salah satu materi strategis dalam kegiatan tersebut adalah Nilai Dasar Perjuangan (NDP): Tafsir Teologi, yang disampaikan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pd.I, akademisi dan kader HMI yang dikenal aktif dalam pengembangan keilmuan dan pengkaderan.
Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Munir menegaskan bahwa NDP merupakan fondasi ideologis HMI yang harus dipahami secara teologis, rasional, dan kontekstual. Ia menjelaskan bahwa tafsir teologi dalam NDP tidak berhenti pada aspek normatif-dogmatis, tetapi harus melahirkan kesadaran intelektual dan keberpihakan sosial.
“Tauhid dalam NDP bukan sekadar pengakuan keimanan, tetapi menjadi basis pembebasan, tanggung jawab sosial, dan keberanian moral kader HMI dalam membela kebenaran, keadilan, dan kepentingan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan hubungan antara tauhid, manusia sebagai khalifah, dan sejarah, di mana kader HMI diposisikan sebagai subjek perubahan yang bertanggung jawab mengawal nilai keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, kader LK II harus mampu menjadikan NDP sebagai pedoman analisis sosial dan arah gerakan intelektual.
Kegiatan Intermediate Training ini tidak hanya menjadi ruang pendalaman ideologi, tetapi juga sarana penguatan komitmen kader terhadap bela negara, dengan pendekatan intelektual, moral, dan sosial. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan kritis dari peserta, menandakan antusiasme tinggi dalam memahami NDP secara lebih mendalam.
Ketua Panitia LK II Nasional HMI Cabang Dompu menyampaikan bahwa materi NDP Tafsir Teologi menjadi salah satu materi kunci dalam membentuk kader pemimpin yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan berintegritas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMI Cabang Dompu berharap dapat melahirkan kader-kader intermediate yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara ideologis dan matang secara intelektual, sesuai dengan cita-cita HMI sebagai organisasi kader umat dan bangsa.
Surga atau al-Jannah dalam
Islam merupakan tempat abadi yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya
yang beriman dan bertakwa. Ia adalah balasan terbaik atas amal saleh
yang dikerjakan di dunia. Kenikmatan surga bukan hanya jasmani, tetapi
juga rohani, yang tidak pernah dilihat mata, tidak terdengar oleh
telinga, dan tidak terlintas dalam hati manusia.
“Tidak seorang
pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka (yaitu berbagai nikmat) yang
menyenangkan pandangan mata sebagai balasan atas apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17)
1.
Nama-Nama Surga dalam Al-Qur'an
Allah menyebut surga dengan banyak
nama, menunjukkan tingkatan dan kemuliaannya, di antaranya:
Jannat ‘Adn
– Surga tempat tinggal abadi (QS. At-Taubah: 72)
Jannat al-Firdaus
– Surga paling tinggi dan paling mulia (QS. Al-Kahfi: 107)
Jannat an-Na’im
– Surga penuh kenikmatan (QS. Al-Mutaffifin: 22)
Darus Salam
– Negeri keselamatan (QS. Yunus: 25)
Darul Maqamah
– Tempat tinggal yang kekal dan tenang (QS. Fathir: 35)
2.
Kenikmatan Surga yang Dijanjikan
a.
Kenikmatan Fisik
Sungai dari air yang tidak berubah, susu, madu, dan
khamar yang tidak memabukkan (QS. Muhammad: 15)
Pakaian sutra, perhiasan emas, dan istana dari mutiara
dan emas (HR. Bukhari, Muslim)
Buah-buahan yang tidak pernah habis dan daging burung
sesuai selera (QS. Al-Waqi’ah: 21)
b.
Kenikmatan Rohani
Tidak ada rasa sakit, sedih, takut, atau kematian lagi (QS.
Al-A’raf: 43)
Berjumpa dengan para nabi dan orang saleh (QS.
An-Nisa’: 69)
Melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala — kenikmatan terbesar
"Bagi orang-orang yang berbuat
baik, ada pahala terbaik (yaitu surga) dan tambahannya.Wajah
mereka tidak ditutupi debu dan tidak (pula) kehinaan.Mereka
itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus: 26) (Tafsiran: lihat HR. Muslim, no. 181)
"Sesungguhnya di surga terdapat seratus derajat yang Allah
sediakan bagi para mujahid di jalan Allah. Jarak antara dua derajat seperti
jarak antara langit dan bumi." (HR. Bukhari, no. 2790; HR. Muslim, no. 1884)
“Wahai manusia, tebarkanlah salam,
berilah makan, sambunglah silaturahim, salatlah di malam hari saat manusia
tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, no. 2485 – hasan sahih)
5.
Surga Tidak Bisa Dibeli dengan Amal, Tapi Karena Rahmat Allah
"Amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga." Mereka (para sahabat) bertanya: "Termasuk engkau juga, wahai
Rasulullah?" Beliau menjawab: "Ya, termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan
karunia dan rahmat-Nya kepadaku."
(HR.
Bukhari, no. 5673; Muslim, no. 2816)
6.
Doa Masuk Surga dan Perlindungan dari Neraka
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ "Ya Allah, aku memohon
kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari neraka." (HR. Abu Dawud, no. 792)
Surga adalah balasan tertinggi
dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Ia bukan hanya impian akhirat,
tapi juga motivasi untuk hidup bertaqwa dan beramal saleh di dunia.
Marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar dijadikan penghuni surga,
dan dijauhkan dari neraka, serta menjaga keimanan dan amal kita dengan
ikhlas dan istiqamah.
Referensi:
Al-Qur’an al-Karim
Shahih al-Bukhari
Shahih Muslim
Tafsir Ibnu Katsir
Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi
Penulis: Dr. Abdul Munir, M.Pd,I Penyuluh Agama Islam KUA Sape