30 Agustus, 2026


BOLO, BIMA —
Semangat persatuan, ukhuwah, dan kebangsaan mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan yang digelar pada Ahad, 30 Agustus 2026, bertempat di Gedung H. Abdul Salam, Pasar Sila, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Kegiatan yang mengangkat tema utama “Peran Umat Islam dalam Mengisi Kemerdekaan dan Persatuan Umat” tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai unsur masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya peran umat Islam dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, pembinaan generasi muda, penguatan ukhuwah, serta kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi dengan menghadirkan lima pembicara yang membawakan tema yang saling berkaitan.

Pada sesi pertama, pembahasan diawali oleh Dr. Ikhlas, S.Pd.I., M.Pd., S.H. dengan tema “Pendidikan sebagai Fondasi Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan.”


Materi tersebut menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kecerdasan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, integritas, dan kesadaran kebangsaan.

Selanjutnya, Dr. Abdul Munir, M.Pd.I. menyampaikan materi bertema “Peran Pemuda dan Kita Semua dalam Mengisi Kemerdekaan.”

Dalam pembahasannya, ditekankan bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang harus diisi dengan karya dan kontribusi nyata. Pemuda memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus yang diharapkan mampu menjaga persatuan, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Ust. Syukrillah, M.Ag. menyampaikan materi dengan tema “Peran Umara dan Ulama dalam Mengisi Kemerdekaan.”

Tema tersebut mengangkat pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, aman, adil, dan harmonis. Kolaborasi antara unsur pemerintahan dan tokoh agama dipandang penting untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat serta menjaga persatuan dan ketenteraman.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Ust. H. Zainuddin M.Y. yang mengangkat tema “Merakit Ukhuwah, Membangun Peradaban.”

Materi ini mengajak seluruh elemen umat untuk terus memperkuat ukhuwah dan membangun kebersamaan. Persatuan umat dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus membangun peradaban yang lebih baik.

Sementara itu, pembicara terakhir, Ust. Fuadz bin Seif, menyampaikan materi bertema “Bersatu di atas Tauhid Menuju Kejayaan Islam & Kaum Muslimin.”

Pembahasan tersebut menekankan pentingnya persatuan umat yang dibangun di atas landasan tauhid dan nilai-nilai Islam. Perbedaan di tengah umat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling terpecah, melainkan dikelola dengan semangat persaudaraan dan saling menghormati.

Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan tersebut turut dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Dari unsur militer, hadir Danramil Bolo yang mewakili jajaran TNI.

Turut hadir pula Camat Bolo dan Sekretaris Camat (Sekcam) Bolo, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga keagamaan.

Sejumlah organisasi yang turut hadir di antaranya FUI, An-Naba, Wahdah Islamiyah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pentingnya membangun persatuan umat serta menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat penuh khidmat dan kekeluargaan. Para peserta mengikuti setiap materi dengan penuh perhatian dan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap berbagai gagasan yang disampaikan para pembicara.

Silaturahmi Kebangsaan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan ukhuwah di antara berbagai elemen umat Islam, sekaligus membangun kesadaran bahwa mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui pendidikan, dakwah, penguatan ukhuwah, pembinaan generasi muda, serta sinergi antara ulama, umara, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat, umat Islam diharapkan terus mengambil bagian dalam membangun bangsa yang berdaulat, berkeadilan, bersatu, dan berperadaban.

Silaturahmi Kebangsaan bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi ikhtiar bersama untuk merawat persatuan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan kontribusi nyata umat Islam dalam mengisi kemerdekaan.


0 komentar:

Posting Komentar

Silakan titip komentar anda..

Popular

Popular Posts

Blog Archive