22 Maret, 2026


Kota Bima – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Reuni Akbar Lintas Generasi alumni IAIN & UIN Alauddin Makassar yang digelar pada Ahad, 22 Maret 2026, bertempat di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima. 

Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah Lintas Generasi”, sebagai bentuk komitmen para alumni untuk terus menjaga hubungan persaudaraan meskipun telah tersebar di berbagai daerah dan profesi. 

Acara reuni yang dihadiri oleh alumni lintas angkatan ini menjadi momentum istimewa untuk kembali mengenang masa-masa kuliah sekaligus mempererat jaringan kebersamaan antar sesama almamater. 

Nuansa haru, bahagia, dan penuh kenangan tampak jelas dari interaksi para peserta yang saling menyapa dan berbagi cerita. Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi utama. 

Sesi pertama: “Merajut Silaturahmi”, menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali ke “rumah kenangan”, mengenang perjalanan akademik, serta memperkuat ikatan emosional dan persaudaraan lintas generasi. 

Dalam suasana penuh keakraban, para peserta saling berbagi pengalaman dan mempererat ukhuwah yang telah terjalin sejak masa studi. 

Selanjutnya, sesi kedua: “Inspirasi dan Ramah Tamah”, diisi dengan berbagi kisah inspiratif dan testimoni dari para alumni yang telah sukses di berbagai bidang. Sesi ini menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk terus berkontribusi bagi masyarakat. 

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai bentuk pengabadian momen kebersamaan yang penuh makna. Panitia pelaksana menyampaikan bahwa reuni ini tidak hanya sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi sarana memperkuat jaringan alumni serta membangun sinergi ke depan. 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah antar alumni IAIN & UIN Alauddin Makassar terus terjaga dan semakin kokoh, sejalan dengan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan. Reuni ini pun menjadi bukti bahwa satu kampus dapat melahirkan sejuta kenangan yang tak lekang oleh waktu, sekaligus mengikat kuat tali persaudaraan lintas generasi.

19 Maret, 2026


Sape – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, panitia Hari Besar Islam (PHBI)  Kecamatan Sape telah menetapkan susunan petugas Sholat Idul Fitri yang akan dilaksanakan di lapangan utama kecamatan dan desa-desa se Kecamatan Sape. Penetapan ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta panitia hari besar Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjalan dengan tertib, khidmat, dan lancar. 
Petugas sholat Idul Fitri 1447 H / 2026 M Tingkat Kecamatan Sape dan Desa.


Adapun susunan petugas yang telah ditetapkan meliputi imam, khatib, bilal, Pemandu Takbir, serta petugas Protokol (MC). Panitia juga bekerja sama dengan remaja masjid Nurul Huda Naru dan Remaja Masjid Al-Hidayah Sangia guna menunjang kelancaran kegiatan. 

Camat Sape dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun ini. “Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Sape untuk bersama-sama menghadiri dan memakmurkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan,” ujarnya. 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk datang lebih awal, menjaga ketertiban, serta memperhatikan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Sholat Idul Fitri direncanakan akan dimulai pada pagi hari pukul 07.00 WITA, dengan dihadiri oleh masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sape. 

 Dengan telah ditetapkannya petugas ini, diharapkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan lancar serta menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

16 Maret, 2026



Sape – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sape menyelenggarakan Pengajian Akbar dalam rangka Safari Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 15 Maret 2026, bertempat di Masjid Besar Al-Munawwarah Sape, dan dihadiri oleh jamaah majelis taklim serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sape.


Pengajian akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara organisasi perempuan, majelis taklim, dan masyarakat dalam memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial.

Acara pengajian dipandu oleh Ustadz Subhan H. Ismail, S.Pd.I yang bertindak sebagai moderator. Dalam kegiatan ini hadir para penceramah yang menyampaikan tausiyah keagamaan, yaitu:

  1. Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I

  2. Ustadz Dr. Nasaruddin, M.Pd.I

  3. Ustadz Muslim H. A. Rahim, M.A.

  4. Ustadz Zainal Muthi’in, S.HI

Para penceramah menyampaikan berbagai materi yang menekankan pentingnya meningkatkan kualitas iman dan amal ibadah selama bulan Ramadhan, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta membangun akhlak mulia dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti (Istri Bupati, Ady Mahyudi), Ketua GOW Kabupaten Bima, Hj. Anita H. Irfan, A.Md (Istri Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy), Camat Sape, Sekretaris Camat Sape, serta Ketua Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape, Siti Rahmah Akbar. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat di wilayah Kecamatan Sape.

Pengajian akbar berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias dari para jamaah yang hadir. Diharapkan melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini pula, HOW dan BKMT Kecamatan Sape berharap agar kegiatan dakwah dan pembinaan umat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan di wilayah Kecamatan Sape.


23 Februari, 2026


Sape, 23 Februari 2026 – Pemerintah Kecamatan Sape bersama tokoh agama dan perwakilan masyarakat menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Rapat dilaksanakan pada:

Tempat: Aula Mbolo Ra Dampa 
Waktu: Senin, 23 Februari 2026 

Rapat ini bertujuan untuk menyatukan persepsi serta menyusun agenda kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadhan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri. 

Agenda dan Keputusan Rapat 

Nuzulul Qur’an 

Rapat menetapkan bahwa ceramah peringatan Nuzulul Qur’an akan disampaikan oleh:
Ust. Subhan H. Ismail, S.Pd.I 

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Sape. 

Petugas Shalat Idul Fitri 
Berdasarkan hasil musyawarah, dilaksanakan pada dua tempat dan ditetapkan: 

Khatib di Lapangan Semangka: Ust. Dr. Abdul Munir, M.Pd.I dan Imam Ust. Drs. Murtafi'i (Lebe Na'e).


Khatib di Lapangan Putih (Sangia): Ust. Khairuddin, M.Pd.I dan Imam Ust. Abid al-Faraz H. Anwar.

Penetapan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi keilmuan serta pengalaman para tokoh agama dalam membina umat. 

 Safari Ramadhan Kabupaten 

Dalam rangka mempererat ukhuwah dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, akan dilaksanakan kegiatan Safari Ramadhan Kabupaten, yang meliputi: 


Shalat Tarawih berjamaah dan Haflah Al-Qur’an 
Tanggal Pelaksanaan: 25 Februari 2026 Qori'/Qoriah: 

1. Ustadzah Hj. Mastiah Lestaluhu, S.Sy., CPSM., CHC., MA. 
2. Ustadz H. Syamsuri Firadus, M.Ag. 
3. Ustadz Farhan Muhammadi, S.Pd.I. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah peningkatan semangat keagamaan dan kebersamaan masyarakat selama Ramadhan. 

Komitmen Bersama Rapat menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh elemen masyarakat akan: 

Menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah selama Ramadhan Menghidupkan masjid dengan kegiatan keagamaan Meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. 


12 Januari, 2026

Camat Sape, Muhammad Akbar, SP., M.Si : Membuka Kegiatan secara Resmi

Sape, 12 Januari 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, MTs. Darussakinah Sape bekerja sama dengan Sanggar La Nggoli menyelenggarakan Festival Seni dan Olahraga Tingkat SD/MI se-Kecamatan Sape. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Januari 2026, bertempat di MTs. Darussakinah Sape.
 
Festival ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kreativitas, serta penguatan karakter religius peserta didik sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan unjuk bakat bagi siswa-siswi SD/MI di wilayah Kecamatan Sape.
Kepala MTs. Darussakinah, menyampaikan Kata Sambutan


Adapun mata lomba yang dipertandingkan dalam festival ini meliputi:
 Tahfidz Juz 30,
 Fashion Show,
 Senam Kreasi, dan 
 Lari Sprint 60 Meter. 

Kepala MTs. Darussakinah Sape dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi madrasah dalam mendukung program Kementerian Agama, khususnya dalam pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik. 
Para tamu undangan


“Melalui festival ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki semangat kebersamaan,” ujarnya. 

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya SD/MI yang mengirimkan perwakilan terbaiknya pada setiap cabang lomba. Para peserta tampil penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan kreativitas yang membanggakan. 
Penampilan Senam Kreasi


 Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran madrasah sebagai pusat pendidikan yang religius, berbudaya, dan berprestasi dalam menyongsong masa depan bangsa.

30 Desember, 2025


Dalam kehidupan manusia, pergantian tahun sering kali dipandang sebagai peristiwa administratif dan seremonial. Namun, dalam perspektif Islam, pergantian waktu merupakan sarana muhasabah (introspeksi) untuk menilai kualitas iman dan amal. Allah SWT menegaskan bahwa perubahan kondisi hidup tidak akan terjadi tanpa adanya perubahan dari dalam diri manusia itu sendiri.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra‘d: 11)

Ayat ini menjadi dasar teologis bahwa harapan tahun baru harus disertai komitmen nyata untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan.

 Tekad Memperbaiki Diri sebagai Pondasi Perubahan

1. Perbaikan dalam Aspek Ibadah

Ibadah merupakan fondasi utama hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Kualitas ibadah yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kehidupan pribadi dan sosial. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 45)

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan benar akan melahirkan perubahan akhlak dan perilaku. Oleh karena itu, komitmen tahun baru harus diawali dengan peningkatan kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitasnya.

 

2. Penyempurnaan Akhlak sebagai Indikator Keberhasilan Iman

Akhlak merupakan manifestasi nyata dari iman dan ibadah. Rasulullah menegaskan bahwa misi utama diutusnya beliau adalah penyempurnaan akhlak.

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad, shahih)

Dengan demikian, tekad memperbaiki diri harus tercermin dalam sikap jujur, amanah, santun, menjaga lisan, serta menghormati sesama manusia, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

 

3. Peningkatan Ilmu sebagai Sarana Kematangan Diri

Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. Ilmu menjadi sarana untuk memahami kebenaran, mengambil keputusan yang bijak, dan menghindari kesalahan dalam bertindak.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)

Komitmen tahun baru harus mencakup semangat belajar sepanjang hayat, baik ilmu agama maupun ilmu umum, agar iman tidak terlepas dari rasionalitas dan kebijaksanaan.

 

4. Kontribusi Sosial sebagai Puncak Amal Saleh

Perbaikan diri tidak berhenti pada aspek personal, tetapi harus bermuara pada kemaslahatan sosial. Islam menilai kualitas manusia dari sejauh mana ia memberi manfaat bagi orang lain.

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad dan ath-Thabrani, hasan)

Hadis ini menegaskan bahwa komitmen menjadi pribadi yang lebih baik harus diukur dari peningkatan kebermanfaatan sosial dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Komitmen Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dari Waktu ke Waktu

Islam mendorong umatnya untuk selalu mengalami peningkatan kualitas diri. Rasulullah bersabda:

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ
“Barang siapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.”
(HR. Al-Hakim, dinilai hasan)

Hadis ini menjadi dasar normatif bahwa stagnasi dalam kebaikan merupakan kerugian, sedangkan peningkatan amal dan manfaat adalah tanda keberuntungan.

Jadi, harapan dan komitmen tahun baru dalam perspektif Islam bukan sekadar resolusi temporal, melainkan tekad spiritual dan moral untuk menjadi hamba Allah yang lebih berkualitas dan bermanfaat. Tekad memperbaiki diri dalam ibadah, akhlak, ilmu, dan kontribusi sosial merupakan jalan menuju keberhasilan hidup dunia dan akhirat. Dengan komitmen yang kuat, istiqamah, dan berbasis dalil Al-Qur’an serta hadis shahih, tahun baru dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bernilai ibadah.



27 Desember, 2025


Dompu — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu menyelenggarakan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “HMI Bela Negara”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Dompu dan diikuti oleh kader-kader HMI dari berbagai cabang di Indonesia.

Salah satu materi strategis dalam kegiatan tersebut adalah Nilai Dasar Perjuangan (NDP): Tafsir Teologi, yang disampaikan oleh Dr. Abdul Munir, M.Pd.I, akademisi dan kader HMI yang dikenal aktif dalam pengembangan keilmuan dan pengkaderan.

Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Munir menegaskan bahwa NDP merupakan fondasi ideologis HMI yang harus dipahami secara teologis, rasional, dan kontekstual. Ia menjelaskan bahwa tafsir teologi dalam NDP tidak berhenti pada aspek normatif-dogmatis, tetapi harus melahirkan kesadaran intelektual dan keberpihakan sosial.

“Tauhid dalam NDP bukan sekadar pengakuan keimanan, tetapi menjadi basis pembebasan, tanggung jawab sosial, dan keberanian moral kader HMI dalam membela kebenaran, keadilan, dan kepentingan bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hubungan antara tauhid, manusia sebagai khalifah, dan sejarah, di mana kader HMI diposisikan sebagai subjek perubahan yang bertanggung jawab mengawal nilai keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, kader LK II harus mampu menjadikan NDP sebagai pedoman analisis sosial dan arah gerakan intelektual.


Kegiatan Intermediate Training ini tidak hanya menjadi ruang pendalaman ideologi, tetapi juga sarana penguatan komitmen kader terhadap bela negara, dengan pendekatan intelektual, moral, dan sosial. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan kritis dari peserta, menandakan antusiasme tinggi dalam memahami NDP secara lebih mendalam.

 Ketua Panitia LK II Nasional HMI Cabang Dompu menyampaikan bahwa materi NDP Tafsir Teologi menjadi salah satu materi kunci dalam membentuk kader pemimpin yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan berintegritas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMI Cabang Dompu berharap dapat melahirkan kader-kader intermediate yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara ideologis dan matang secara intelektual, sesuai dengan cita-cita HMI sebagai organisasi kader umat dan bangsa.

Popular

Popular Posts

Blog Archive