Published Juni 08, 2014 by with 0 comment

Menjemput keistimewaan bulan Sya'ban

Dalam riwayat dikatakan,

رجب شهر الله, وشعبان شهري, ورمضان شهر أمتى. فمن صام من رجب يومين. فله من الأجر ضعفان, ووزن كل ضعف مثل جبال الدنيا, ثم ذكر أجر من صام أربعة أيام, ومن صام ستة أيام, ثم سبعة أيام ثم ثمانية أيام, ثم هكذا: إلى خمسة عشر يوما منه.

Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari, delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas hari.

Bulan Rajab telah berlalu dan bulan Ramadhan belum tiba. sekarang kita berada pada bulan Sya'ban, dimana bulan ini memiliki keutamaan yang istimewa.

1. Menurut Imam Nawawi, pada hari nisfu Sya'ban (hari ke lima belas) tahun kedua Hijriyah, telah berlaku pertukaran kiblat umat Islam yaitu dari Masjid Al-Aqsa ke Kab'bah di Masjid Al-Haram.


2. Bulan Sya'ban merupakan bulan dimana amal-amal kita diangkat untuk dihadapkan kepada Tuhan.
Hal ini berdasarkan hadits riwayat An Nasai dan Abu Dawud dan ditashih oleh Ibnu Huzaimah dari Usamah bin Zaid, katanya,
"Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku tidak melihat tuan berpuasa dari satu bulan dari beberapa bulan seperti puasa tuan di Bulan Sya'ban."
Beliau menjawab, "Itu adalah bulan yang dilupakan oleh manusia antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan Sya'ban itu bulan amal-amal diangkat ke hadapan Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, aku senang apabila amalku diangkat, sedangkan aku berpuasa."

3. Bulan Membaca Al-Qur'an.
Diriwayarkan dari Anas ra, berkata,
"Adalah orang-orang muslim apabila masuk bulan Sya'ban, mereka membuka mushaf-mushaf Al Qur'an dan membacanya, mengeluarkan zakat dari harta mereka untuk memberi kekuatan kepada orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin untuk melakukan puasa Ramadan."

Berkata Salamah bin Suhail,
"Telah dikatakan bahwa bulan Sya'ban itu merupakan bulannya para qurra' (pembaca Al Qur'an)."

Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya'ban dia berkata,
"Inilah bulannya para qurra'."

Dari 'Amr bin Qais Al-Mula'i apabila masuk bulan Sya'ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur'an."

4. Bulannya Rasulullah SAW.
Hal ini berdasarkan sabda baliau yang berbunyi,
"Bulan Rajab itu adalah bulan Allah, bulan Sya'ban adalah bulanku dan bulan Ramadan adalah bulannya umatku."

Rasulullah SAW pada setiap setiap malam tanggal 15 Sya'ban selalu melakukan shalat malam dengan sangat lama, menunaikan kewajiban bersyukur kepada Allah SWT, sehingga Al-Hafidh Al-Baihaqi dalam kitab Musnadnya meriwayatkan hadits dari A'isyah ra katanya,
"Rasulullah SAW pada suatu malam bangun, lalu melakukan shalat. Beliau memperlama sujud, sehingga aku mengira beliau telah wafat. Setelah aku melihat yang demikian itu, aku bangun sehingga menggerakkan ibu jari beliau, dan ibu jari beliau bergerak."

5. Pada setiap malam nisfu Sya'ban, Rasulullah SAW selalu mendoakan umatnya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Dalam hal ini, Sayyidina Ali ra menceritakan sebagai berikut,
"Susungguhnya Rasulullah SAW keluar pada malam ini (malam nisfu sya'ban) ke Baqi' (kuburan dekat masjid Nabawi) dan aku mendapatkan beliau dalam keadaan memintaan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan para syuhada."

Banyak hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnad beliau, Imam At-Tirmidzi At-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Al Baihaqi dan An Nasai, yang menetapkan bahwa Rasulullah SAW adalah memuliakan malam Nisfu Sya'ban dengan memperbanyak shalat, doa dan istighfar.

Jadi, bukanlah perbuatan bid'ah dan bukan pula perbuatan aneh jika malam nisfu Sya'ban dijadikan malam untuk banyak berzikir, berdoa dan istighfar dan melakukan shalat bagi kaum muslimin.

6. Bulan turunnya Allah SWT ke muka bumi.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Jika terjadi malam nisfu Sya'ban, maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya, dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut ke langit dunia mulai dari terbenam matahari dan berfirman,
"Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya? Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki? Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya? Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian, sehingga terbit fajar."

Imam Al-Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh syafaat (pertolongan).
Menurut Al Ghazali, pada malam ke 13 di bulan Sya'ban, Allah SWT memberikan tiga syafaat kepada hamba-hambanya.
Sedangkan pada malan ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh.
Read More
Published Juni 07, 2014 by with 0 comment

Menikmati sejuta Pesona Pulau Moyo NTB

Pulau Moyo merupakan salah satu objek wisata yang indah dan eksotis dari sekian banyak objek wisata yang berada di pulau Sumbawa. Pulau dengan luas kurang-lebih 32.000 hektar yang sebagian besar wilayahnya masih berupa hutan dan pantai yang alami dengan berbagai hewan yang hidup di dalamnya ini terletak sekitar 2.5 KM sebelah utara Pulau Sumbawa.

Jalur menuju pulau moyo ini anda bisa melalui Sumbawa Besar pelabuhan Muara Kali dengan menggunakan kapal rakrat jarak tempuh kurang lebih 2 jam. Atau boleh juga melalui Kecamatan Tambora Kabupaten Bima kurang lebih 30 menit. Melalui jalur ini (Tambora) ada dua pilihan menuju wisata : Pulau Satonda dan Pulau Moyo ini.


Read More
Published Juni 06, 2014 by with 0 comment

Hikmah Isra dan Mi'raj di Mushallah al-Ikhlas Dara Kota Bima

Manusia hidup dalam tiga dimensi waktu: masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Orang yang baik adalah orang yang pandai mengambil pelajaran dari masa lalu untuk menentukan sikap hari ini dan merencanakan masa depan, sehingga hari ini bisa lebih baik dari hari kemaren dan besok bisa lebih di atas tingkat prestasi yang dicapai dari pada hari ini.

Dalam konteks itulah Isra’ Mi’raj yang merupakan peristiwa masa lampau tetap relevan diambil sebagai pelajaran untuk kita jadikan acuan hidup di zaman sekarang agar masa depan kita jauh lebih berkualitas dari pada hari ini atau pun kemaren.

Sangat istimewa sekali, bahwa untuk mengisahkan peristiwa Isra’ Mi’raj, Allah memulai ayat-Nya dengan kalimat tasbih. Allah berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Dalam ayat ini Allah memulainya dengan kalimat “سُبْحَانَ” (Maha Suci Allah). Banyak peristiwa yang diceritakan Al-Qur’an, tetapi jarang sekali diawali dengan kalimat Tasbih. Ketika al-Qur’an menceritakan bagaimana fir’aun dan bala tentaranya ditenggelamkan di Laut Merah, itu peristiwa hebat, tapi tidak dimulai dengan kalimat Tasbih.

Kalau untuk memaparkan peristiwa Isra’ Mi’raj Allah memakai kalimat Tasbih, tentulah bukan suatu kebetulan. “سُبْحَانَ الَّذِي” (Maha Suci Allah). Maha Suci dari segala kelemahan. Maha Suci dari segala sifat kekurangan. Maha Suci dari segala kesia-siaan. Allah mempertaruhkan kesucian-Nya untuk menjamin kebenaran peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Pertanda bahwa Isra’ Mi’raj bukan peristiwa biasa.
Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’at rahimaniy wa rahimakumullah
Kalimat selanjutnya: “أَسْرَى” berasal dari kalimat “سَرَى – يَسْرِي ” (artinya berjalan), yang kemudian dibentuk menjadi muta’addi dengan menambahkan Hamzah di awalnya: “أَسْرَى – يُسْرِي – إِسْرَاءً” (artinya memperjalankan).

Dari kalimat itu tampak bahwa dalam peristiwa Isra’ Mi’raj yang aktif sebenarnya Allah. Karenanya tidak heran jika nabi berangkat dari Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, lalu naik ke langit ke tujuh, naik lagi ke Baitul Makmur setelah itu ke Shidratul Muntaha, hingga tiba di bawah ‘Arsy menerima perintah shalat, melakukan kunjungan ke Syurga dan Neraka, kemudian kembali lagi ke Mekkah, hanya memakan waktu tidak lebih dari sepertiga malam. Kenapa tidak? Allah-lah yang memperjalankan. Nabi sendiri pasif, sekedar diperjalankan dan terima beres. Andai kata Rasul berjalan sendiri, jelas beliau tidak akan sanggup menempuh jarak yang demikian jauh dalam waktu sesingkat itu. Oleh karena itu, dalam memahami peristiwa Isra’ Mi’raj jangan memakai logika manusia, tetapi harus menggunakan logika ke-MahaKuasa-an Allah.
Dahulu Abu Jahal, Abu Lahab dan kawan-kawannya memahami peristiwa Isra’ Mi’raj ini dengan logika berfikir manusia, terang saja mereka tidak bisa mencerna. Padahal kalau sedikit saja mau merenungi ayatnya, orang tidak akan kesulitan memahami Isra’ Mi’raj. Peristiwa Isra’ Mi’raj itu kehendak Allah, bukan kehendak Rasulullah SAW.

 Kemudian lanjutan ayat terdapat kalimat: “عَبْدِهِ” (hamba-Nya).  Kenapa Allah tidak menggunakan kalimat lain, misalnya langsung saja disebut nama Nabi: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِمُحَمَّدٍ (Maha Suci Allah yang telah memperjalankan Muhammad)?

Ada dua pengertian yang dikandung kata “عَبْدِهِ” (hamba-Nya) dalam ayat tersebut:
Pertama: Kata “hamba” itu menjelaskan bahwa Nabi Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasad. Sebab, orang hanya akan dipanggil hamba kalau punya jasad dan ruh sekaligus.

Kedua: Kalimat “عَبْدِهِ” juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad itu oleh Allah benar-benar telah diakui sebagai hamba-Nya. Mungkin kita bertanya, “Apakah kita bukan hamba Allah?” Tentu kita ini hamba Allah, tapi kata siapa? Kalau kata kita, itu namanya pengakuan. Kita mengaku sebagai hamba Allah. Boleh-boleh saja. Tetapi apakah pengakuan kita itu juga diakui oleh Allah, ini yang jadi masalah. Mengaku sebagai hamba Allah masih menyimpan tanda tanya besar tentang bukti empiris dari pengakuan tersebut, sementara panggilan “hamba” dari Allah merupakan penilaian tersendiri dari Allah atas realitas ke-hamba-an kita. Nabi Muhammad, Allah-lah yang mengakuinya benar-benar sebagai hamba-Nya.



Kalimat selanjutnya “لَيْلاً” (pada suatu malam). Kata ini memakai bentuk mufrad (tunggal) untuk menunjukkan satu. Ayat ini mengindikasikan bahwa Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj ini pada malam hari dan waktunya hanya satu malam (bahkan hanya sepertiga malam). Kenapa Nabi diperjalankan pada malam hari? Karena menurut kebiasaan kabilah Arab yang mayoritasnya berprofesi sebagai pedagang, mereka melakukan perjalanan jauh pada malam hari agar tidak merasakan panas teriknya matahari di tengah gurun sahara pada siang hari. Begitu juga Nabi Isra’ Mi’raj ini adalah untuk menghadap bertemu dengan Allah SWT. Waktu terbaik untuk menghadap bermunajat kepada Allah juga adalah pada malam hari.


Hakikat dan tujuan Isra’ Mi’raj hanya Allah yang Maha Tahu. Tetapi di penghujung ayat itu kita menjumpai kalimat: “لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا” (Agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebenaran Kami).
Seluruh pemandangan dan peristiwa yang dilihat dan dijumpai Nabi sepanjang perjalanan merupakan sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran Allah. Dan itu merupakan tamsil, contoh, dan pelajaran bagi kita yang hidup di zaman sekarang. Misalnya ketika Nabi melihat orang yang mencakar-cakar mukanya dengan kukunya sendiri. Beliau bertanya, “Ya Jibril, itu orang macam apa?” Jibril yang pada perjalanan Isra’ Mi’raj bertugas sebagai pendamping menjelaskan, “Muhammad, itulah contoh dari ummatmu yang suka menjelek-jelekkan saudaranya sendiri”.



Read More
Published Juni 05, 2014 by with 0 comment

Bisa Baca Al-Qur'an itu tak Perlu lagi mulai 2014

Berawal dari keluh kesah guru-guru SMA di Sape dan Lambu, mengatakan betapa menurunnya kualitas baca al-Qur'an calon siswa baru di tahun ini. Dikatakan masih syukur apabila anak itu mengenal huruf (hijaiyyah), ironis memang, bahkan mayoritas calon siswa tak mengenal huruf.

Huruf saja mereka tak kenal, lalu bagaimana bisa mengaji (membaca al-Qur'an)?.

Semua sekolah tingkat SMA di wilayah Sape dan Lambu melakukan tes membaca al-Qur'an sebagai syarat kelulusan Penerimaan Siswa Baru (PSB) terutama SMA berstatus Negeri. Untuk Sekolah SMA swasta ada yang mengadakan sebagai syarat dan ada pula hanya sekedar formalitas.

SMA Negeri 1 Sape misalnya, telah mengurangi standar kelulusan tes mengaji dari lancar menjadi bisa. artinya, kalau selama ini yang dapat diterima atau dinyatakan lulus hanyalah siswa yang lancar dalam membaca al-Qur'an namun tahun 2014 ini cukup bisa saja, itupun kriteria bisa-nya masih bervariatif tergantung penguji.

Kenapa standar kelulusan tes ngaji diturunkan? jawaban singkatnya adalah berarti yang lulus atau yang menjadi siswa baru hanyalah 10 orang saja. ironis memang...

Apalah arti program pemerintah "Membumikan al_Qur'an". Kemana TPA dan TPQ?...
Kemana para orang tua? sibuk apa saja kalian...?

Bagaimana bisa memahami al-Qur'an dan kitab-kitab agama bila mengaji saja tak bisa? belum lagi berbicara pengamalan, memahamilah dulu... kasihan generasi muda... generasi yang akan membawa negara dan agama ini 10 tahun atau 20 tahun kedepan.


Read More
Published Juni 03, 2014 by with 0 comment

Pemancar Telkom Doro Saboke Lambu

Pemancar Telkom doro Saboke - Lambu dengan titik Coordinates 8°40'52"S 119°7'5"E, ini merupakan paling timur daratan provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Jalur menuju Pemancar telkom ini sangat mudah bila anda star dari  Kota Sape Kabupaten Bima, ke Desa Sumi belok kiri setelah kantor Camat Lambu sebelum SDN Inpres Sumi 1 atau tepat depan lokasi praktek Dr. Wisnu. 

Bila gang yang dilalui sudah benar, maka anda pastinya melewati kantor polsek Lambu, maka jalanlah terus-terus mengikuti jalanan beraspal. Perlu anda ingat bila menemui jalanan bercabang maka jangan belok baik kiri maupun kanan. Gang pertama pada bagian kanan menuju desa Nggelu, sementara Gang kedua sebelah kiri menuju Desa Lambu dan PT. Mutiara BSM.

Apa istimewanya di atas sana? Bila memandang ke arah timur, anda dapat melihat Pulau Komodo (Taman Nasional Komodo), terlebih pulau Kelapa yang menjadi incaran wisatawan asing sangat jelas terlihat. Bila memandang ke arah kanan bawah (dodo cawa) anda menyaksikan indahnya pemandangan desa Nggelu. Dan menurut saya yang paling asyik diatas sana adalah kesejukannya bagaikan kita berada di Eropa.

Jalur menuju Pemancar Telkom Doro Saboke
Catatan: Bila hendak ke pemancar ini, pastikan kendaraan anda sanggup mengaruki pendakian dengan kondisi jalan penuh terjang dan bebatuan.
Read More
Published Juni 02, 2014 by with 0 comment

Tempat Ngopi di Sape - Bima

Remaja masa kini pada umunya suka ngopi, gaul dikit gitu. Terlebih pemuda itu perokok, sangat identik dengan penikmat kopi. Tapi tahukan anda? ternyata ngopi itu memiliki banyak manfaat dan juga tentu ada pula efek sampingnya loh...

Di Sape sendiri telah banyak kedaung kopi yang siap melayani anda hingga tengah malam, diantaranya : 1. Lokasi Pelabuhan Sape deretan bagian kanan dari gerbang. 2. Lapangan Semangka (Naru Timur) gerbang utara dan deretan selatan depan SMA Muhammadiyah dan SDN Inpres Naru. 3. Salahuddin Cafe, Depan Rumah Makan Taliwang (100 meter) bagian kanan ke arah Kec. Lambu. Kedaung-kedaung di atas siap melayani anda hingga malam bahkan subuh. Selain tempat-tempat di atas masih banyak tempat lain namun tak sampai tengah malam.

Lalu apa manfaat dari ngopi ini?
1. Bantu hidup lebih lama
2. Konsumsi kopi teratur bisa membantu mencegah Alzheimer
3. Tingkatkan kinerja otak dan fokus
4. Membantu mengurangi risiko kanker kulit.
5. Dalam level moderat, kopi membantu mengurangi gagal jantung
6. Menurunkan risiko diabetes pada wanita
7. Mengurangi risiko kanker kolon
8. Membantu menekan risiko penyakit Parkinson
9. Menekan risiko penyakit kardiovaskuler
10. Mempercepat pemulihan setelah berolahraga  >>Selengkapnya Manfaat Ngopi >>>  

Sementara Efek sampingnya adalah ...
1.Gelisah
2.Gangguan kardiovaskular
3.Sakit kepala
4. Usir Rasa Kantuk
6. Cepat Marah
7. Mengurangi Resiko Depresi
8. Gangguan pencernaan
9. Gangguan buang air kecil
10. Insomnia
11. Menjaga fungsi dan kesehatan hati
12. Mencegah penyakit diabetes
13. Meningkatkan kekuatan otak >>Selengkapnya efek samping ngopi>>>

Bagi yang ngopi ngajak-ngajak ya.... salam n merdeka
Read More
Published Juni 02, 2014 by with 0 comment

Bank-Bank yang ada di Sape

Kenapa nama-nama bank yang ada di Sape ini harus saya posting pada blog ini? ya, karena beberapa hari yang lalu teman-teman dari luar daerah menelpon menanyakan bank apa saja yang ada di situ.

Menyelam sambil minum air, mungkin saja ada yang membutuhkan informasi ini ke depan atau kapan saja. Langsung saja saya sebutkan nama-nama bank yang ada di Sape ini:
1. BNI (ATM 3 Unit)
2. BRI (ATM 1 Unit)
3. Bank Danamon (ATM...)
4. Bank NTB (ATM 1 Unit)
5. Bank Bias (ATM ...)
6. Bank BPR
7. Bank Pesisir Akbar


Read More